Breaking News:

Advertorial

Tim Peneliti Universitas Sahid Diseminasi Hasil Penelitian Strategi Pengembangan Wisata di Belitung

Tim peneliti Universitas Sahid Jakarta melakukan diseminasi hasil penelitian strategi pengembangan potensi wisata terintegrasi dan berkelanjutan

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: nurhayati
IST
DISEMINASI HASIL PENELITIAN - Foto bersama setelah diseminasi hasil penelitian strategi pengembangan potensi wisata terintegrasi dan berkelanjutan di kawasan wisata Tanjung Kelayang oleh tim peneliti Universitas Sahid di Hotel Grand Hatika, Belitung, Senin (25/10). (Pos belitung/Adelina Nurmalitasari) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG --  Tim Peneliti Universitas Sahid Jakarta melakukan diseminasi hasil penelitian strategi pengembangan potensi wisata terintegrasi dan berkelanjutan di Kawasan wisata Tanjung Kelayang.

Tim peneliti yang terdiri dari Dr Ninin Gusdini, ST MT, Drs Bernard Hasibuan MMSi Phd, dan Lisa Ratnasari ST MT memaparkan hasil penelitian kepada perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Hotel Grand Hatika, Senin (25/10).

Ketua Tim Peneliti Dr Ninin Gusdini ST MT mengatakan, penelitian yang dilakukan selama tiga tahun ini dilakukan di Belitung, khususnya Tanjung Kelayang lantaran Belitung merupakan salah satu unggulan pemerintah sebagai 10 Bali Baru. Sehingga Belitung merupakan satu dari sekian daerah yang menjadi pengembangan kawasan wisata secara nasional.

“Apalagi kawasan Tanjung Kelayang mendapat KEK pariwisata sehingga ini menarik sekali untuk bisa dieksplor lebih detail, potensi-potensi apa dan bagaimana kesiapan dari Tanjung Kelayang untuk mengembangkan pariwisata,” katanya.

Ninin memaparkan, ada beberapa tantangan yang dihadapi pengembangan kawasan wisata bahari. Seperti konektivitas antar wilayah, degradasi sumber daya alam karena pencemaran, penataan ruang laut melalui rencana zonasi wilayah pesisir dan laut, serta kesiapan sumber daya manusia.

Ada tawaran konsep dalam mengintegrasikan dan menghadapi tantangan, katanya, yakni dengan strategi keberlanjutan. Ini perlu mengelaborasi komponen ekologi, sosial, dan ekonomi. “Kami berharap Belitung bisa sustain dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Ketiga komponen ini harus di-blend sehingga menjadi sistem yang saling mempengaruhi dan mendukung,” imbuh Dosen Teknik Lingkungan ini.

Ia menyebut, riset yang dilakukan ini di Tanjung Kelayang, tapi secara detail analisis yang kami lakukan secara keseluruhan kawasan Belitung. Tapi adanya potensi besar ekologi, sosial, dan ekonomi tersebut sangat menarik untuk dikembangkan.

“Harapan kami bahwa fokus pengembangan tidak lagi tambang, karena kebetulan saya dari Teknik Lingkungan, karena tambang cepat atau lambat sangat berdampak negatif terhadap lingkungan, kalau tidak mengantisipasi dari sekarang akan mengganggu kehidupan secara umum,” jelasnya.

Hasil penelitian tersebut juga akan menjadi masukan yang disampaikan ke Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung. Juga akan disampaikan ke Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemenristekdikti, serta dipublikasikan supaya bisa bermanfaat dan mempromosikan pariwisata Belitung.

Hadir dalam diseminasi itu perwakilan dari Dinas Pariwisata, Badan Pengelola Geopark Belitung, Dinas PUPR, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung. (advertorial/del)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved