Breaking News:

Advertorial

Kunjungan Menteri KKP Peluang Besar Pembangunan Daerah

Kabupaten Beltim menjadi tuan rumah peluncuran program ekonomi biru,laut sehat,indonesia sejahtera yang digelar pada momen hut 22 KKP RI.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: Eltjandring
Bryan
MENTERI Wahyu dan Bupati Belitung Timur, Burhanudin, meninjau stan dirjen-dirjen Kemenerian Kelautan dan Perikanan dalam HUT ke-22 KKP sekaligus Peluncuran Program Ekonomi Biru, Laut Sehat, Indonesia Sejahtera di Pelabuhan ASDP Manggar, Belitung Timur, Selasa (26/10). (Pos Belitung/Bryan Bimantoro) 

POSBELITUNG.CO - Kabupaten Belitung Timur menjadi tuan rumah peluncuran program Ekonomi Biru, Laut Sehat, Indonesia Sejahtera, yang digelar pada momen HUT ke-22 Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di Pelabuhan ASDP Manggar, Selasa (26/10/2021).

Program Kementerian dan Kelautan Perikanan (KKP) tersebut diresmikan secara oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, di Belitung Timur.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan, KKP tengah menyiapkan roadmap sebagai acuan pembangunan sektor kelautan dan perikanan hingga 25 tahun ke depan (tahun 2045) yang sesuai dengan prinsip ekonomi biru.

Sebagai langkah awal implementasi ekonomi biru, lanjutnya, KKP akan meluncurkan kebijakan penangkapan terukur pada 2022.

Melalui kebijakan ini, KKP mengatur area panangkapan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara (WPPN) RI dalam sistem zona dan kuota yang diperuntukkan bagi industri, nelayan lokal, dan pehobi.

Di subsektor perikanan budi daya, akan dilakukan revitalisasi tambak tradisional menjadi lebih modern dan terintegrasi.

Dari sekitar 247 ribu hektare tambak tradisional yang ada saat ini, sebanyak 14 ribu hektare dia ntaranya akan direvitalisisai agar lebih produktif dan prosesnya ramah lingkungan.

Untuk komoditas perikanan budi daya yang akan digenjot produktivitasnya adalah udang, lobster, kepiting dan rumput laut, yang seluruhnya unggulan ekspor.

Pihaknya juga akan membangun kampung-kampung budi daya berbasis kearifan lokal, guna pengentasan kemiskinan dan menjaga komoditas perikanan lokal bernilai ekonomi tinggi dari kepunahan. Kampung budi daya ini tersebar untuk komoditas perikanan darat (tawar), payau atau pesisir, serta laut

“Tahun 2022 akan menjadi tonggak sejarah, di mana kita akan melakukan yang terbaik untuk implementasi tiga program terobosan KKP, yaitu penangkapan terukur, budi daya yang berorientasi ekspor, dan kampung budi daya yang berbasis pada kearifan lokal. Dalam hal ini, KKP tengah menyiapkan blue print pembangunan jangka panjang sampai 2045,” jelas Menteri Sakti dalam sambutannya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved