Virus Corona

Tarif PCR Terbaru di Indonesia, Batas Tertinggi di Jawa-Bali Rp275.000, Lebih Mahal di Luar Jawa

Di Indonesia, tarif tertinggi tes PCR harganya dibedakan. Di Pulau Jawa-Bali lebih murah, di luar Jawa-Bali ditetapkan Rp 300.000

Penulis: Hendra | Editor: Hendra
WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Tes Swab yang digelar oleh Dewan Pers bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta, Rabu (12/8/2020). 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA, - Polemik tarif tes PCR di Indonesia menjadi sorotan publik bahkan ramai diperbincangkan.

Bahkan diketahui tarif tes PCR di Indonesia malah lebih mahal dari India.

Di India sendiri tarif tes PCR hanya Rp 160.000, sedangkan di Indonesia sempat mencapai harga Rp 1 juta.

Presiden Joko Widodo meminta agar tarif tes PCR ini untuk diturunkan.

Baca juga: Cuma Buat Buang Kotoran, Inilah Toilet Mewah di Sekolah Seharga Hampir Rp200 Juta, Kini Dibidik KPK

Dilansir Tribunnews.com, untuk menjawab hal tersebut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hari ini Rabu (27/10/2021), resmi mengumumkan batas tarif tertinggi tes polymerase chain reaction (PCR).

Pengumuman tarif tes PCR terbaru ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir.

Namun ada perbedaan untuk tarif tes PCR di Jawa-Bali dan diluar Jawa-Bali.

Untuk batas tarif tertinggi tes PCR di Jawa-Bali Rp 275.000, sedangkan di luar Jawa-Bali Rp 300.000.

Ketentuan ini berlaku mulai Rabu ini.

"Dari hasil evaluasi, kami sepakati batas tarif tertinggi real time PCR menjadi Rp 275.000 untuk daerah Jawa-Bali serta Rp 300.000 untuk luar Jawa dan Bali," kata Abdul dalam konferensi pers secara virtual, Rabu.

Baca juga: Cantiknya Kelewatan, Bule Australia Rela Bayar Mahar Rp5 M, Pesta Super Mewah Nikahi Gadis Cilegon

Abdul mengatakan, tarif tersebut diputuskan setelah melakukan evaluasi terhadap komponen-kompenen tes PCR, seperti layanan, harga reagen, dan biaya administrasi overhead.

Ia meminta semua fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit dan laboratorium, menerapkan ketentuan harga tertinggi tes PCR yang telah ditetapkan.

"Kami harap Dinkes provinsi dan kabupaten/kota harus melakukan pembinaan dan pengawasan dalam pelaksanaan tarif tertinggi untuk pemeriksaan tes PCR sesuai kewenangan masing-masing," ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul mengatakan, evaluasi tarif tertinggi tes PCR ini akan ditinjau ulang sesuai kebutuhan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved