Breaking News:

Virus Corona

Tarif PCR Terbaru di Indonesia, Batas Tertinggi di Jawa-Bali Rp275.000, Lebih Mahal di Luar Jawa

Di Indonesia, tarif tertinggi tes PCR harganya dibedakan. Di Pulau Jawa-Bali lebih murah, di luar Jawa-Bali ditetapkan Rp 300.000

Penulis: Hendra | Editor: Hendra
WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Tes Swab yang digelar oleh Dewan Pers bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta, Rabu (12/8/2020). 

"Harga PCR yang ditentukan oleh Pak Presiden kemarin sudah 10 persen paling bawah, paling murah dibandingkan dengan harga test PCR di seluruh dunia di airport-airport."

"Dan apakah ada subsidi, pemerintah tidak merencanakan adanya subsidi. Karena memang harga yang diturunkan itu sudah cukup murah," tegas Budi.

Wamenkes: Harga PCR Turun, Masuk Akal

Berbeda dengan Menkes Budi, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan bahwa penurunan harga tes PCR di Indonesia menjadi Rp 300 ribu itu menjadi angka yang mungkin masuk akal.

Baca juga: Cemburu Istri Chatting dengan Junior, Bripka MN Bawa Senjata Tembak Briptu HT, Korban Tewas Terkapar

Bahkan mungkin bisa juga untuk dilakukan karena dinilai riil untuk dilaksanakan.

"Jadi dari kerangka tersebut maka setelah dihitung-hitung, kelihatannya angka Rp 300 ribu itu menjadi angka yang mungkin masuk akal dan riil untuk dilaksanakan," ujar Dante Mengutip Tribunnews.com, Selasa (26/10/2021).

Dante menilai, keinginan Presiden Jokowi terkait nominal harga tes PCR dipatok Rp 300 ribu bukanlah tanpa alasan.

Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan persiapan sebelum menerbitkan aturan baru terkait harga tes PCR.

"Jadi melakukan penurunan pada harga Reagen yang masuk itu menjadi model yang akan segera kami tindak lanjuti sehingga harga tes pcr menjadi di bawah atau menjadi 300 ribu tersebut yang sekarang masih 499 ribu," ujarnya.

Dante berharap dengan penurunan harga tes PCR ini maka testing akan menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Baca juga: Aksi Brutal Pecatur Cantik, Tendang Kemaluan Kekasih Hingga Bengkak Gigi Rompal, Berujung di Penjara

"Kenapa ini penting? Karena untuk melakukan identifikasi Covid-19 untuk mencegah terjadinya gelombang-gelombang berikutnya adalah melakukan testing yang tepat. Dan testing ini dapat dilakukan oleh masyarakat secara luas apabila harganya terjangkau, dan apa yang disampaikan oleh bapak presiden kami tindak lanjuti secara teknis," kata Dante.

(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani/Rina Ayu Panca Rini)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tak Ada Subsidi Harga Tes PCR di Indonesia, Menkes Minta Masyarakat Tak Bandingkan dengan India, dan Kompas.com dengan judul "BREAKING NEWS: Harga Tertinggi PCR Rp 275.000 di Jawa-Bali, Rp 300.000 di Daerah Lain"

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved