Erzaldi Rosman
Komentar Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman soal Nelayan hingga Petani Beralih Menambang Timah
Tingginya harga timah ini, menjadi daya pikat masyarakat Bangka Belitung untuk beralih menambang timah.
Penulis: Riki Pratama | Editor: Fitriadi
POSBELITUNG.CO, BANGKA - Kenaikan harga timah dunia mendorong naiknya harga jual timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Harga timah di tingkat dunia mulai terkerek sejak awal 2021 lalu.
Pada Kamis 28 Oktober 2021, tren harga timah di London Metal Exchange (LME) berada di level US$ 38.750 per metrik ton.
Tingginya harga timah ini, menjadi daya pikat masyarakat untuk beralih menambang timah, baik dari profesi nelayan hingga petani memilih untuk menjadi penambang timah.
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengatakan terkait perpindahan profesi yang dilakukan sejumlah masyarakat merupakan hukum alam karena melihat adanya kesempatan dan peluang.
"Tentunya kita tidak bisa melarang orang untuk mengalihkan profesinya. Itu sudah hukum alam. Di mana ada kesempatan di situ dia akan memanfaat kesempatan tersebut," jelas Gubernur Erzaldi kepada Bangkapos.com, Kamis (28/10/2021).
Baca juga: Erzaldi Inginkan KTNA Dapat Aktif Bangkitkan Semangat Nelayan dan Petani di Babel
Dengan beralihnya sejumlah masyarakat ke profesi penambang, Erzaldi mengharapkan dapat memanfaatkan rezeki tersebut untuk hal-hal positif bukan negatif.
"Cuman saya sampaikan pandai-pandai memanfaatkan hasil dan rezeki, biar barokah dari Allah digunakan sebaik-baiknya, jangan sampai ada rezeki digunakan untuk hal negatif," katanya.
Erzaldi juga merasakan saat ini, beberapa komoditi seperti penjualan ikan berkurang, sehingga tidak dapat dibiarkan begitu saja.
"Kita merasakan juga saat ini ikan berkurang syukur komoditi sehari-hari tidak berkurang, karena kiriman dari luar. Tetapi tidak bisa kita biarkan begitu saja. Cuman apakah kita bisa menahan orang yang memang melihat peluang ada di situ, artinya orang yang tidak bisa membaca peluang tidak beralih profesi," tegasnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Bangka Belitung, Juaidi, mengatakan, secara data mereka tidak memiliki data berapa jumlah petani di Babel yang beralih menjadi penambang timah.
"Kita belum memetakan detailnya. Tetapi sekitar 20 persen beralih ke pertambangan terutama petani untuk tanaman pangan. Kalau perkebunan masih aman. Seperti kelapa sawit karena harganya bagus. Tetapi pangan ini seperti padi, jagung, harapan kita harus tetap digarap," jelas Juadi.
Baca juga: Gubernur Bangka Belitung Minta Operator Seluler Segera Bangun Tower di Daerah Blank Spot
Juadi menambahkan, para petani yang beralih ke sektor pertambangan diharapkan masih dapat memanfaatkan lahannya walaupun tidak secara maksimal, sehingga produksi masih tetap terjaga.
"Kita tidam bisa menahan mereka untuk memilih pekerjaan yang menguntungkan saat ini. Mereka punya pilihan."
"Tetapi harapan kami lahan pertanianya jangan ditinggalkan, walaupun tidak sepenuhnya bertani. Baiknya bisa ditanami apakah menggunakan mesin pertanian, sehingga tetap ada yang dikerjakan," katanya.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20211029-gubernur-bangka-belitung-erzaldi-rosman.jpg)