Awal Kebangkitan Kompetisi Bulu Tangkis Nasional Dari Akademi Militer

Turnamen dan kejuaraan bulu tangkis harus vakum karena imbas dari pandemi Covid-19. Hal ini menimbulkan berbagai persoalan.

Editor: Tedja Pramana
tribunnews.com
Yuzu Isotonic Akmil Open 2021. 

"Dan semangat mereka sangat luar biasa sekali, terlihat dari jumlah peserta saja hampir 1.500 peserta. Hal tersebut menandakan bahwa kejuaraan ini bagi mereka sangat penting dan mengobati rasa rindu bertanding," papar Sigit, yang telah berhasil sebanyak tiga kali berturut-turut mengantarkan Indonesia meraih Piala Thomas pada tahun 1998, 2000 dan 2002.

Selain dari sisi klub dan atlet, gelaran ini juga menjadi angin segar bagi para perangkat pertandingan, khususnya referee dan wasit.

Pasalnya, tak kalah pelik dengan kondisi atlet yang kekurangan turnamen untuk asah kemampuan, para pengatur dan pengadil pertandingan ini pun minim jam terbang selama pandemi.

Siswanto selaku Sub Bidang Referee dan Perwasitan Pengprov PBSI Jateng menuturkan, selain minimnya jam terbang, masalah besar lainnya ialah jumlah referee dan wasit yang menurun selama pandemi karena pensiun karena umur.

"Dengan adanya penurunan jumlah referee dan wasit ini, jelas berpengaruh ketika nantinya mulai banyak turnamen. Sebagai contoh, di YUZU Isotonic Akmil Open 2021 ini saja, kebutuhan wasit sekitar 40 orang, sementara wasit kami yang tersedia 30 orang sehingga kami meminta bantuan wasit nasional dari Yogyakarta, dan Jawa Timur," ungkap Siswanto.

Menyiasati kurangnya ketersediaan referee dan wasit ini, Pengprov PBSI Jateng menjadikan turnamen ini sebagai ajang ujian terhadap wasit-wasit muda dari berbagai kota dan kabupaten di Jateng.

"Kejuaraan ini sekaligus menjadi ajang untuk melatih para wasit muda dari tingkat kabupaten dan kota. Ada 15 wasit baru yang kami tugaskan. Untuk itu kami berharap penyelenggaraan kejuaraan ini bisa berjalan dengan lancar tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, supaya ke depan kita bisa menyelenggarakan turnamen atau kejuaraan lainnya sehingga wasit juga memiliki jam terbang yang memadai," tandas Siswanto.

Protokol kesehatan menjadi aspek penting dalam bergulirnya YUZU Isotonic Akmil Open 2021. Demi menghindari kerumunan, seluruh pertandingan dalam kejuaraan ini digelar tanpa penonton.

Meski demikian, penyelenggara menyadari antara atlet dan penonton memiliki keterikatan kuat. Penonton, yang didominasi para orangtua, pelatih, serta para pecinta bulutangkis nasional, adalah sumber energi bagi si atlet.

"Kejuaraan ini mengadopsi prokes ketat sehingga tidak ada penonton di GOR. Sehingga para pecinta bulu tangkis, bukan hanya di Indonesia tapi di dunia, dapat menyaksikan banyak pertandingan menarik di YUZU Isotonic Akmil Open 2021 di YouTube PB Djarum. Kami telah menayangkannya sejak hari pertama kejuaraan ini pada minggu lalu, dimana setiap harinya ada puluhan pertandingan yang disiarkan secara langsung dari lima lapangan di GOR Djarum Magelang," jelas Ketua Panitia Pelaksana YUZU Isotonic Akmil Open 2021 Lius Pongoh. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dari Akademi Militer, Awal Kebangkitan Kompetisi Bulu Tangkis Nasional"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved