Breaking News:

Awal Kebangkitan Kompetisi Bulu Tangkis Nasional Dari Akademi Militer

Turnamen dan kejuaraan bulu tangkis harus vakum karena imbas dari pandemi Covid-19. Hal ini menimbulkan berbagai persoalan.

Editor: Tedja Pramana
tribunnews.com
Yuzu Isotonic Akmil Open 2021. 

"Kejuaraan ini sekaligus menjadi ajang untuk melatih para wasit muda dari tingkat kabupaten dan kota. Ada 15 wasit baru yang kami tugaskan. Untuk itu kami berharap penyelenggaraan kejuaraan ini bisa berjalan dengan lancar tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, supaya ke depan kita bisa menyelenggarakan turnamen atau kejuaraan lainnya sehingga wasit juga memiliki jam terbang yang memadai," tandas Siswanto.

Protokol kesehatan menjadi aspek penting dalam bergulirnya YUZU Isotonic Akmil Open 2021. Demi menghindari kerumunan, seluruh pertandingan dalam kejuaraan ini digelar tanpa penonton.

Meski demikian, penyelenggara menyadari antara atlet dan penonton memiliki keterikatan kuat. Penonton, yang didominasi para orangtua, pelatih, serta para pecinta bulutangkis nasional, adalah sumber energi bagi si atlet.

"Kejuaraan ini mengadopsi prokes ketat sehingga tidak ada penonton di GOR. Sehingga para pecinta bulu tangkis, bukan hanya di Indonesia tapi di dunia, dapat menyaksikan banyak pertandingan menarik di YUZU Isotonic Akmil Open 2021 di YouTube PB Djarum. Kami telah menayangkannya sejak hari pertama kejuaraan ini pada minggu lalu, dimana setiap harinya ada puluhan pertandingan yang disiarkan secara langsung dari lima lapangan di GOR Djarum Magelang," jelas Ketua Panitia Pelaksana YUZU Isotonic Akmil Open 2021 Lius Pongoh. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dari Akademi Militer, Awal Kebangkitan Kompetisi Bulu Tangkis Nasional"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved