Breaking News:

Advertorial

JPJR Belitung Timur Masuk Program Dua Kementerian

Beragam acara telah digelar dalam jelajah pesona jalur rempah 2021 di kabupaten belitung timur. acara di prakarsai oleh dinas pariwisata dan kebudayaa

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: nurhayati
IST
Lomba Menari 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Acara telah digelar dalam Jelajah Pesona Jalur Rempah (JPJR) 2021 di Kabupaten Belitung Timur. Acara yang diprakarsai oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Belitung Timur itu digelar sejak 26 Oktober 2021 hingga 31 Oktober 2021.

Lomba Vlog Rempah dan Belajar Bersama Maestro menjadi pra-acara JPJR 2021. Kemudian, ada beberapa acara pokok seperti Webinar Nasional Rempah dan opening ceremony (acara pmbukaan) pada 26 Oktober 2021 dan Pelatihan Kuliner Rempah dan Malam Sastra Rempah pada 27 Oktober 2021.

Selain itu, ada pelatihan pengobatan tradisional dan Malam Tradisi Sungai pada 28 Oktober 2021, Seminar Nasional Rempah dan Malam Enterpreneurship Rempah di GOR Stadion Belitung Timur pada 29 Oktober 2021, Parade 22 Figur Rempah dan Lomba Musik dan Tari di Stadion Utama Belitung Timur pada 30 Oktober 2021, serta Penampilan Seni Tradisional dan Gawai Makan Bedulang dan Closing Ceremony JPJR Belitung Timur 2021 pada 31 Oktober 2021.

"Kami bangga bahwa Jelajah Pesona Belitung Timur menjadi salah satu dalam Program Indonesiana Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Selain itu, JPJR Belitung Timur juga menjadi salah satu bagian dari Kharisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2021 ini," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Belitung Timur, Evi Nardi , Minggu (31/10/).

Evi menyebut, acara lomba musik dan tari sangat spesial. Karena ajang kreasi itu bertujuan mempercantik penampilan tarian dan musik dalam rangka pelestarian dan rasa cinta terhadap seni budaya melayu Belitung Timur, sebagai identitas daerah dan potensi wisata budaya.

"Lomba tersebut diikuti oleh sangar-sanggar seni di Belitung Timur dengan sinopsis tarian bercerita mengenai seni, budaya, tradisi, dan kearifan lokal rempah, terutama lada pada masyarakat Belitung Timur. Bagaimana mereka menyiapkan lahan, menanam, dan mengolahnya menjadi produk rempah yang siap dijual," jelas Evi.

Selain itu, ada acara Parade 22 Figur Rempah yang merepresentasikan 22 jenis rempah yang ada di Belitung Timur.

Evi berharap, parade ini bisa mengedukasi masyarakat tentang bagaimana jalur rempah di Belitung Timur bisa menyejahterakan masyarakatnya.

Pelaksanaan JPJR Belitung Timur tahun ini mengambil tema 'Inspirasi Rempah : Menyatu dalam Keragaman'. Tema ini mengandung makna besar, bahwa dari rempah, telah lahir berbagai ide dan gagasan dalam berbudaya di tengah masyarakat sejak masa lampau hingga hari ini.

Selain itu, karena rempah memengaruhi masyarakat Belitung Timur yang heterogen dengan latar belakang budaya yang beraneka rupa. Tema ini diharapkan menjadi pemantik bagi kita bersama untuk memajukan budaya rempah secara bersama-sama.

"Hari ini digelar juga kegiatan Gawai dan Makan Bedulang. Pelaksanaan ini sesuai dengan intisari dari Platform Indonesiana, yaitu kegotongroyongan antara pemerintah daerah, komunitas budaya, dan budayawan sebagai unsur masyarakat serta pihak swasta. Selain itu juga, melestarikan adat dan budaya Belitung Timur, yaitu bedulang," kata Evi.

Kegiatan JPJR 2021 ditutup pada Minggu (31/10) dengan closing ceremony (acara penutupan) yang dihadiri oleh Bupati Belitung Timur, Burhanudin, pejabat kementerian, bintang tamu utama, serta sejumlah pejabat. (advertorial/s1)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved