Berita Belitung

Belasan Remaja Kedapatan Ngelem dan Mabuk-mabukan, BNNK Belitung Cek Tingkat Ketergantungan

Sebanyak 18 remaja diamankan Satpol PP Kabupaten Belitung saat mengonsumsi minuman beralkohol dan asyik ngelem, Kamis (4/11/2021) malam.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Eltjandring
istimewa
Remaja yang diamankan Satpol PP Belitung saat mabuk dan ngelem, Kamis (4/11/2021) malam. (IST/Dok Satpol PP Beltung) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sebanyak 18 remaja diamankan Satpol PP Kabupaten Belitung, Kamis (4/11/2021) malam

Mereka kedapatan sedang mengonsumsi minuman beralkohol dan asyik ngelem.

Kemudian belasan remaja tersebut akan menjalani asesmen lebih lanjut di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Belitung.

"Sudah ditindaklanjuti, kami buka kesempatan untuk datang ke BNN biar lebih detail. Kami bagi dua rombongan jam 8 pagi dan 2 sore. Jalm 8 tadi pagi, ternyata satu pun tidak ada yang datang," kata Kepala BNN Belitung Nasrudin, Jumat (5/11/2021).

Menurutnya, asesmen dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemakaian dan ketergantungan pada kratom dan penyalahgunaan lem.

Agar dapat diketahui langkah tindak lanjut, baik berupa rehabilitasi rawat jalan, serta treatment dan solusi apa yang ditawarkan ke yang bersangkutan ke pihak orang tua atau keluarga.

Ia memastikan, BNN proaktif dalam memfasilitasi pertemuan dan memberikan kesempatan kepada remaja-remaja tersebut.

Namun jika tidak datang, pihaknya berencana melakukan langkah berikutnya dengan menyasar ke sekolah.

"Kalau dengan cara baik-baik mau datang, kami menyasar ke sekolah, berkoordinasi dan mengkomunikasikan lebih lanjut."

"Paling tidak, kami menyampaikan kronologi yang terjadi, karena kami punya tanggung jawab moral dan prosedural agar anak ini bisa di asesmen dan mengukur menilai ketergantungan pemakaian," ucapnya.

Pengawasan Orang Tua

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Belitung Abdul Hadi mengatakan, terkait penertiban anak di bawah umur yang melaksanakan dikategorikan kenakalan remaja.

Tindakan yang dilakukan 18 remaja bawah umur tersebut perlu menjadi perhatian bersama.

"Karena kenakalan remaja bukan hanya peran Satpol PP tapi perlu dibantu peran orang tua, guru sebagai pendidik untuk mengarahkan," ujarnya.

Terutama aktivitas para remaja bawah umur berada dalam pengawasan orang tua, sehingga wajib bagi orang tua untuk tahu kegiatan apa yang mereka lakukan dan ketika mau keluar dari rumah.

Bahkan, menurutnya, jika alasan keluar rumah malam hari tanpa kepentingan mendesak agar tidak diberikan rekomendasi. Kepekaan orang tua diperlihatkan dalam pengawasan anak.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

  • Berita Terkait :#Berita Belitung
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved