Obat Ini Diklaim Bisa Kurangi Risiko Kematian Pasien Covid-19, Efektivitasnya Nyaris 90 Persen

Paxlovid, obat buatan perusahaan farmasi asal Amerika Pfizer diklaim ampuh mengurangi risiko berbahaya akibat Covid-19.

Editor: Eltjandring
pixabay.com
ILUSTRASI OBAT - Obat Paxlovid diklaim hampir 90 persen efektif mengurangi risiko rawat inap dan kematian akibat Covid-19. 

POSBELITUNG.CO - Paxlovid, obat buatan perusahaan farmasi asal Amerika Pfizer diklaim ampuh mengurangi risiko berbahaya akibat Covid-19.

Antivirus oral tersebut disebut memiliki efektivitas 90 persen dalam mengurangi risiko rawat inap hingga kematian pasien Covid-19

Obat tersebut mengganggu kemampuan enzim tertentu untuk memecah protein, dan dapat mencegah virus membuat salinan dirinya sendiri.

Mengutip Tribunnews.com yang melansir Healthline, hasil dari uji klinis fase dua dan tiga perusahaan menemukan bahwa Paxlovid hampir 90 persen efektif mencegah gejala penyakit parah ketika diberikan kepada peserta studi berisiko tinggi.

Obat itu sangat efektif dalam penelitian awal sehingga uji coba dihentikan sehingga data dapat diserahkan ke Food and Drug Administration (FDA) untuk otorisasi penggunaan darurat.

Uji coba Paxlovid melibatkan lebih dari 1.200 peserta dengan infeksi virus corona yang berisiko lebih tinggi terkena Covid-19 yang parah.

Penelitian yang belum ditinjau, menunjukkan bahwa peserta yang menggunakan Paxlovid jauh lebih kecil kemungkinannya untuk dirawat di rumah sakit daripada peserta yang menerima pil plasebo.

Dapat dikatakan, tidak ada peserta yang diberi pil antivirus meninggal, tetapi 10 yang menerima pil plasebo meninggal, menurut hasil yang dirangkum dalam siaran pers Pfizer .

"Berita hari ini adalah pengubah permainan nyata dalam upaya global untuk menghentikan kehancuran pandemi ini," Albert Bourla, ketua dan CEO Pfizer.

"Data ini menunjukkan bahwa kandidat antivirus oral kami, jika disetujui atau disahkan oleh otoritas pengatur, berpotensi menyelamatkan nyawa pasien, mengurangi keparahan infeksi Covid-19, dan menghilangkan hingga sembilan dari sepuluh rawat inap," katanya.

Cara Kerja Paxlovid

Menurut Pfizer, Paxlovid adalah SARS-CoV-2-3CL yang dirancang khusus penghambat protease.

Ini berarti Paxlovid mengganggu kemampuan enzim tertentu untuk memecah protein, yang dapat mencegah virus corona membuat salinan dirinya sendiri.

"Obat antivirus adalah obat yang menghambat kemampuan virus untuk menginfeksi atau bereplikasi di dalam sel kita," kata Dr. Eric Cioe-Peña, direktur kesehatan global di Northwell Health di New Hyde Park, New York.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved