Manfaatkan Satu Mesin Jahit, Abel Bram Rancang Busana Berkualitas ala Butik

Menggunakan satu mesin jahit, beragam tipe busana, baik gaun pengantin, gamis, kemeja, dan lainnya mampu dikerjakan Abel.

IST/Dok Abel
Penjahit Abel Bram di Kelurahan Damai Tanjungpandan. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Abel Bram memang terampil mengolah helaian kain menjadi menjadi busana berkualitas baik. Tak hanya memanjakan mata, hasil karya buatannya juga nyaman dikenakan.

Keterampilan khusus mengimbangi gaya berbusana dengan proporsi tubuh pemakai menjadi hal yang utama, sehingga hasil baju buatannya tak hanya nampak menawan bagi pemilik tubuh proporsional, tapi cocok dikenakan siapa saja.

Menggunakan satu mesin jahit, beragam tipe busana, baik gaun pengantin, gamis, kemeja, dan lainnya mampu dikerjakan Abel.

Di rumah sederhananya di Kelurahan Damai, Tanjungpandan, ia bak melahirkan mahakarya busana yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Baca juga: Wanita Muda Hamil Dibawa ke Hotel, Diajak Oknum Polisi Ini Mesum, Diperas dan Gugurkan Kandungan

"Prinsipnya, meskipun dibuat di rumah antik, tapi busana yang dibikin berkualitas butik," ucapnya, Jumat (12/11/2021).

Ketika seorang memintanya menjahitkan baju, ia tak segan memberikan saran. Di atas selembar kertas putih, ia menggambar kembali desain baju yang diinginkan kliennya. Hingga ditentukan model yang cocok, barulah ia mengambil ukuran badan.

Dalam menjahit baju, Abel mampu mengerjakannya dalam waktu cepat. Bahkan ia mengaku mampu menyelesaikan lima gamis dalam sehari. Tak jarang, gaun pengantin yang terbilang rumit bisa dibuatnya dalam waktu sehari.

Kemahirannya dalam membuat busana diawal ketertarikannya saat menyaksikan fashion show desainer ternama melalui saluran televisi. Abel muda mulai menunjukkan ketertarikan sejak berusia 15 tahun.

"Dulu nonton dunia dalam berita pukul 21.00 WIB, setelahnya ada berita seleb termasuk fashion show. Dulu walaupun ketiduran setiap waktu itu terbangun pukul 21.30 WIB untuk melihat hasil perancang kelas dunia," katanya.

Saat SMP pertama kali berlatih teknik menjahit tikam jejak, ia bahkan mendapat dapat nilai tertinggi dari semua siswa.

Lalu keterampilan menjahit banyak diasah ketika masuk ke SMKK Tanjungpandan jurusan tata busana pada 1989 silam.

Baca juga: Babel Provinsi Pertama Selesaikan Replikasi Inovasi Pelayanan Publik, Ini Kata Gubernur

Berbekal kecintaan terhadap busana karena dari umur belasan, dimasa pendidikannya Abel bahkan mendapat juara umum.

Ini mengantarkannya sehingga pada kelas 3, ia mengajar adik tingkat. Hal tersebut membuat ia tak perlu membuat biaya sekolah pada tahun terakhir pendidikannya.

Mengingat baju pertama yang ia jahit dan laku dijual, ialah blazer pertama yang dijahitnya untuk ujian kelulusan di SMK Tanjungpandan.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved