Breaking News:

Wali Kota Molen Sampaikan RAPBD Kota Pangkalpinang TA 2022, Estimasi Rp878,5 Miliar

APBD ini juga dapat berperan melindungi keselamatan masyarakat dan menjadi pengungkit pemulihan ekonomi daerah.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Tedja Pramana
Bangkapos.com
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) menyampaikan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Pangkalpinang Tahun Anggaran 2022 pada Rapat Paripurna Kedelapan Masa Persidangan Kesatu Tahun 2021 DPRD Kota Pangkalpinang, di ruang rapat paripurna, Sabtu (13/11/2021). 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) menyampaikan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Pangkalpinang Tahun Anggaran 2022 pada Rapat Paripurna VIII Masa Persidangan Kesatu Tahun 2021 DPRD Kota Pangkalpinang, di ruang rapat paripurna, Sabtu (13/11/2021).

Kata Molen, ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepakatan Kebijakan Umum dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2022 yang sudah disepakati secara bersama-sama pada tanggal 19 Oktober 2021 yang lalu.

"Rancangan APBD yang disampaikan pada hari ini merupakan agenda tahunan bagi Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk dapat memenuhi amanat dan aspirasi masyarakat sesuai dengan visi dan misi kepala daerah serta rencana strategis daerah," kata Molen.

Molen menyebut, di tahun 2022 masih dihadapkan pada ketidakpastian yang tinggi, disamping itu juga harus siap menghadapi tantangan pemulihan ekonomi domestik yang tidak merata, yang tentunya berdampak juga terhadap perekonomian daerah.

"Oleh karena itu APBD Kota Pangkalpinang Tahun Anggaran 2022 ini harus antisipatif, responsif dan fleksibel menghadapi ketidakpastian dan tantangan lainnya, namun tetap mencerminkan optimisme dan kehati-hatian," sebutnya.

Ia berharap, APBD ini juga dapat berperan melindungi keselamatan masyarakat dan menjadi pengungkit pemulihan ekonomi daerah.

"Pemulihan sosial ekonomi daerah untuk terus pelaksanaan reformasi struktural perekonomian secara optimal. Reformasi struktural tersebut merupakan hal yang fundamental untuk pemulihan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah pasca pandemi Covid-19, karena perekonomian Kota Pangkalpinang bukan hanya terus tumbuh tapi harus dapat tumbuh dengan cepat dan berkelanjutan," jelasnya.

Menurutnya, pendapatan daerah yang dianggarkan dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2022 merupakan perkiraan yang terukur secara rasional dan memiliki kepastian serta harus berdasarkan roda ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Upaya optimalisasi pendapatan daerah ditempuh melalui nenggalian potensi, perluasan basis perpajakan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, dan optimalisasi pengelolaan aset serta inovasi layanan," ungkapnya.

"Dalam rangka meningkatkan sumber pendapatan ini, tentunya kita harus bahu membahu, bersinergi mengupayakan peningkatan potensi dan realisasi pendapatan baik PAD maupun Dana Transfer, hal ini telah di didukung dengan adanya kegiatan untuk menunjang peningkatan potensi dan realisasi Pendapatan Asli Daerah," tambahnya.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved