Breaking News:

Ketahanan Pangan Harus Dijaga, Distangan Belitung Timur Imbau Petani Tak Beralih Jadi Penambang

Dia ingin petani tetap menanam padi dan setelahnya baru bisa mengerjakan kegiatan lainnya, asalkan lahan sawah tetap tergarap.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Novita
Ist/Dokumentasi Pribadi
Kepala Bidang Pertanian dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belitung Timur, Heryanto 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distangan) Kabupaten Belitung Timur, Heryanto, mengimbau agar para petani di Belitung Timur tidak beralih profesi menjadi penambang.

Hal itu dikatakannya sebab saat ini harga timah sedang melambung dan memengaruhi para petani.

Dia menyarankan agar petani tidak mengabaikan lahan sawahnya.

Dia ingin petani tetap menanam padi dan setelahnya baru bisa mengerjakan kegiatan lainnya, asalkan lahan sawah tetap tergarap.

"Harga timah memang saat ini menggiurkan. Namun, ketahanan pangan kita juga harus dijaga. Salah satunya tetap menanam padi. Apalagi beras kita sudah banyak konsumennya," kata Heryanto kepada posbelitung.co, Senin (15/11/2021).

Dalam masa tanam Oktober hingga Maret ini, pihaknya menargetkan bisa menanam minimal 200 hektare padi di Kawasan Persawahan Danau Nujau.

Menurutnya, target itu tidak muluk-muluk karena sudah didukung dengan alat mesin pertanian yang baik. Yakni, traktor, mesin perontok padi, mesin pemanen, hingga mesin penanam. Alat-alat itu dikelola oleh gapoktan dengan jumlah yang memadai.

Heryanto menilai, penanaman menggunaan alat mesin pertanian sangat menguntungkan dari sisi efisiensi dibandingkan dengan menanam secara tradisional.

Menurutnya, biaya produksi menanam secara tradisional sekitar Rp2,5-3 juta per hektare. Sedangkan jika menggunakan mesin bisa ditekan sampai Rp1,5 juta saja.

"Dari segi tenaga juga, tanam tradisional harus banyak orang. Sedangkan tanam pakai mesin hanya pakai dua orang saja dan lebih singkat hanya butuh waktu satu hari. Jadi bisa memangkas sekitar 50 persen biaya produksi. Sekarang bertani lebih mudah," jelasnya.

Dia berharap target tanam tersebut bisa tercapai sehingga saat nanti panen, Belitung Timur mengalami swasembada beras. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved