Breaking News:

Memasyarakatkan Olahraga Panahan, Dispora Belitung Timur Gelar Kejuaraan Panahan Pelajar 2021

Dia memerinci, kejuaraan ini melombakan beberapa kategori, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga untuk atlet dan umum, yang berjumlah 76 peserta.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Novita
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Peserta tingkat SMP mengikuti kejuaraan panahan di Lapangan Olahraga Kompleks Stadion Utama Belitung Timur, Selasa (16/11/2021). 

POS.BELITUNG.CO, BELITUNG - Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Belitung Timur menggelar kejuaraan panahan untuk pelajar dan umum di Lapangan Olahraga Kompleks Stadion Utama Belitung Timur, Kecamatan Damar, Kabupaen Belitung Timur, mulai Senin (15/11/2021) hingga Kamis (18/11/2021).

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Belitung Timur, Mathur Noviansyah, mengatakan, kejuaraan ini bertujuan memasyarakatkan olahraga panahan kepada para pelajar di Belitung Timur.

Dia memerinci, kejuaraan ini melombakan beberapa kategori, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga untuk atlet dan umum, yang berjumlah 76 peserta.

Bahkan menurutnya, banyak peserta dari SD yang baru pertama kali memegang alat panahan.

"Tetap dalam pengawasan. Namun intinya, kita ingin panahan ini jadi olahraga yang menyatu dengan masyarakat. Ini upaya kita juga dalam menjaring bibit-bibit atlet panahan menuju Porprov 2023," kata Mathur saat ditemui posbelitung.co di sela kejuaraan, Selasa (16/11/2021).

Dalam mengembangkan olahraga panahan, lanjutnya, telah tersedia beberapa klub yang bisa diikuti warga jika berminat di cabang olahraga tersebut.

Klub-klub itu tersebar di Manggar, Damar, dan Kelapa Kampit, untuk memfasilitasi mereka yang punya ketertarikan pada olahraga panahan.

Terkait Porprov 2023, Mathur yang juga Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Belitung Timur itu, mengatakan, sudah menyiapkan atlet-atlet terbaiknya.

Dalam waktu dekat, lanjutnya, Tim Panahan Belitung Timur bakal ikut dalam kejuaraan panahan yang diselenggarakan di Bangka.

Dia menilai, para atlet harus diberikan ruang untuk berkompetisi supaya kemampuan terasah dan bisa mengevaluasi diri.

Menurutnya, jika tidak ada kompetisi maka kemampuan akan stuck (metok) dan tidak berkembang.

"Seperti tahun kemarin, selama puncaknya masa pandemi kita setop seluruh kegiatan, membuat para atlet terkena dampaknya. Akhir tahun ini Alhamdulillah pandemi melandai, sehingga kita ingin atlet kita bangkit dan berprestasi nanti di Porprov 2023," kata Mathur. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved