Breaking News:

Erzaldi Rosman

Pemprov Bangka Belitung Bakal Lakukan Survei Serologi ke 1.000 Orang Warga, Ini Tujuannya

Dia menjelaskan, survei kekebalan tubuh ini tidak dilakukan pada seluruh warga, melainkan hanya untuk 1.000 orang.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Novita
Bangka Pos/Riki Pratama
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Andri Nurtito 

POS.BELITUNG.CO, BANGKA - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bakal melakukan tes terhadap 1.000 orang warga secara acak, guna memastikan apakah masyarakat Babel sudah kebal terhadap Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, Andri Nurtito, mengatakan, tes dilakukan melalui survei serologi untuk memastikan kadar kekebalan tubuh masyarakat terhadap Covid-19.

"Masyarakat kita sudah divaksin pertama dan kedua. Nah, kita ingin melihat sejauh mana kekebalan tubuh mereka terhadap Covid-19. Target gubernur, akhir bulan ini harus selesai," kata Andri kepada wartawan, Selasa (16/11/2021).

Dia menjelaskan, survei kekebalan tubuh ini tidak dilakukan pada seluruh warga, melainkan hanya untuk 1.000 orang.

"1.000 orang itu nanti mewakili masyarakat kita. Dari mereka inilah kita akan lihat sejauh mana kekebalan tubuh masyarakat kita," lanjutnya.

Andri mengatakan, 1.000 orang yang akan dites ini berasal dari kabupaten/kota. Setiap daerah, sebanyak 100 orang lebih akan diperiksa melalui survei serologi.

"Survei serelogi terhadap 1.000 warga ini melibatkan Balai Besar Labotorium Palembang Sumsel, Unsri dan Dinkes kabupaten/kota. 1.000 warga ini nantinya akan diambil sampel darahnya, kemudian akan dikirim ke Balai Besar Labotorium Kesehatan Sumsel," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan kadar kekebalan tubuh ini, lanjut Andri, akan diketahui apakah termasuk kategori kurang, cukup atau tinggi, sehingga data tersebut dapat dipakai oleh kepala daerah untuk menjalankan kebijakan penanganan Covid-19.

"Jika kadar kekebalan tubuhnya kurang, di sinilah nantinya gubernur akan mengambil berbagai kebijakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh tersebut. Apabila masih belum kebal, maka vaksinasi terus digencarkan ke daerah itu. Kemudian, apabila sudah ada antibodi dapat melakukan kelonggaran," jelas Andri.

Dia menegaskan, untuk memeriksa sampel darah, di Babel belum dapat melakukannya secara menyeluruh. Ini karena Labkesda Babel hanya sebatas memeriksa positif dan negatif Covid-19 saja.

"Nanti begitu, kalau misal kadar kekebalannya kurang, nanti akan ada kebijakan dengan serbuan vaksinasi di daerah tersebut," ucapnya.

Survei dengan tes kadar yang sama, lanjut Andri, juga bakal dilakukan oleh Kemenkes, akan tetapi hanya di Pangkalpinang dan Bangka Selatan.

"Pangkalpinang 200 orang, Basel pun 200 orang. Nanti hasil dari Kemenkes ini akan kita sinkronkan dengan hasil survei kita 1.000 orang yang akan diambil sampel darah nanti. Hasilnya semua kadar kekebalan tubuhnya apakah tinggi atau setidaknya cukup, sehingga bisa membentengi diri terhadap Covid-19," jelasnya. (Bangkapos/Riki Pratama)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved