Breaking News:

Diduga Melakukan Penipuan Jual Beli Tanah Kavling, Lelaki Ini Diamankan Polisi di Sebuah Rumah Makan

Total 24 kavling beralamat di Jalan Melati, Dusun Pilang, Desa Dukong, tersebut, dibeli atas nama kedua anaknya masing-masing 12 kavling.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Novita
Posbelitung.co/Dede Suhendar
NS (tengah) diamankan jajaran Satreskrim Polres Belitung atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah kavling, Rabu (16/11/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Diduga melakukan penipuan jual beli lahan kavling di Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, seorang lelaki berinisial NS diamankan jajaran Satreskrim Polres Belitung pada Selasa (16/11/2021).

Lelaki berusia 36 tahun itu tak kunjung menyerahkan akta jual beli notaris atas pembelian 24 unit tanah kavling, setelah pembayaran dilunasi semenjak September 2020 tahun lalu.

Akibatnya, korban bernama Soewito mengalami kerugian sebesar Rp120 juta.

"Untuk pasal yang disangkakan, yakni Pasal 372 atau Pasal 378 tentang penipuan atau penggelapan dengan ancaman empat tahun penjara," kata Kasi Penmas Sihumas Bag Ops Polres Belitung, Ipda Belly Pinem, kepada posbelitung.co, Rabu (17/11/2021).

Ia menjelaskan, kronologis kejadian berawal saat korban Soewito membeli 24 unit lahan kavling kepada NS pada tanggal 1 September 2020.

Total 24 kavling beralamat di Jalan Melati, Dusun Pilang, Desa Dukong, tersebut, dibeli atas nama kedua anaknya masing-masing 12 kavling.

Setelah menerima pembayaran total Rp120 juta, NS berjanji akan membuatkan akta jual beli di notaris.

Akan tetapi hingga saat ini tidak ada kejelasan.

"Korban sudah memberi waktu satu tahun, tetapi dari tersangka tidak juga menyerahkan akta jual beli," ungkapnya.

Usai menerima laporan dari korban, jajaran Satreskrim Polres Belitung langsung mencari keberadaan NS.

Dia diamankan di sebuah rumah makan di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Aik Rayak, sekitar pukul 17.00 WIB pada Selasa (16/11/2021).

Pinem mengungkapkan, tanah kavling yang dimaksud ternyata milik orang lain dan tidak pernah meminta NS untuk menjualnya.

Menurutnya, hingga saat ini, hanya satu pelapor yang membuat laporan polisi (LP) terkait dugaan tindak pidana tersebut.

"Jika ada korban-korban lain yang merasa dirugikan, silakan menghubungi SPKT Polres Belitung untuk membuat laporan," kata Pinem. (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved