Breaking News:

Bea Cukai Panggil Beberapa Saksi, Selidiki Pemilik Ribuan Botol Miras Ilegal

Menurutnya untuk mengungkap tabir perjalanan miras yang merugikan negara lebih dari Rp16 miliar tersebut dibutuhkan waktu.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Tedja Pramana
posbelitung.co
Kepala KPPBC TMP C Tanjungpandan Jerry Kurniawan menunjukan ribuan botol miras ilegal yang diamankan pada pekan lalu. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) TMP C Tanjungpandan, Jerry Kurniawan mengaku terus melakukan penyelidikan terhadap pemilik 10.515 botol miras ilegal atau Minuman Mengandung ethil alkohol (MMEA).

Hal ini dikatakan Jerry Kurniawan saat dicecar awak media terkait perkembangan kasus pengamanan 10.515 botol miras ilegal pasca hari ke 11 penangkapan.

Menurut Jerry, Bea Cukai telah memanggil beberapa saksi untuk memperjelas kronologis kejadian penyeludupan itu.

"Proses penyelidikan masih terus berjalan, saya tidak bisa memberikan keterangan yang prematur. Salah-salah kami bahaya juga, karena ini masalah hukum," ujarnya kepada posbelitung.co, Kamis (18/11/2021).

Menurutnya untuk mengungkap tabir perjalanan miras yang merugikan negara lebih dari Rp16 miliar tersebut dibutuhkan waktu.

Jerry hanya menyebut informasi alur perjalanan ratusan dus minol ilegal tersebut bermula dari Singapura Custom yang melaporkan kepada Bea Cukai pusat, dilanjutkan ke Kanwil DJPC Kepri hingga berhenti di Pulau Belitung.

"Kami akan terus berupaya membuka cerita perjalanan miras ilegal ini sejelas mungkin. Mudah-mudahan nanti kalau memang ada perkembangan jelas, kami akan sampaikan lagi," ungkapnya.

Ia menambahkan hingga saat ini penyelidikan masih dilakukan secara internal di lingkup Bea Cukai.

Menurutnya koordinasi dengan instansi luar seperti Kejaksaan hanya bersifat internal karena pihaknya belum memiliki alat bukti yang kuat.

Sementara itu, Bupati Belitung, H Sahani Saleh yakin jajaran KPPBC TMP C akan terus berupaya mengungkap kejadian penyeludupan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved