Breaking News:

Politisi Golkar Sesali Pernikahan Dini di Babel, Peringkat Pertama se-Indonesia, Cerai Urutan Kelima

Karena itu, dia mengimbau kepada orang tua dan masyarakat agar dapat membantu pemerintah menekan angka pernikahan dini serta penceraian di Babel.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Novita
Ist/Dokumentasi Golkar Babel
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Harianto. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Harianto, menyoroti persoalan angka pernikahan dini di Provinsi Babel dan meminta kepada orang tua menanamkan pemahaman kepada anak agar tidak menikah di usia muda.

Menurut Harianto, pernikahan dini di Bangka Belitung kini sudah memasuki peringkat pertama se-Indonesia, sedangkan tingkat penceraian berada di urutan kelima.

Karena itu, dia mengimbau kepada orang tua dan masyarakat agar dapat membantu pemerintah menekan angka pernikahan dini serta penceraian di Babel.

"Ini penting ibu-ibu, mari kita jaga baik-baik keluarga kita dan anak kita. Beri pemahaman kepada anak kita, kalau belum cukup umur, jangan dulu menikah di usia muda," kata Harianto dalam rilis yang diterima Bangkapos.com, Kamis (18/11/2021).

Imbauan serupa disampaikan Politisi Partai Golkar ini saat kegiatan penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga di Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.

Ia menjelaskan, bahwa perda tersebut disertai program-program pemberdayaan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah, baik provinsi, kabupaten/kota maupun desa.

"Atas dasar itulah perda ini dibuat," ujar anggota dewan pengganti Algafri Rahman yang PAW karena terpilih menjadi Bupati Bangka Tengah ini.

Dia berharap, pemahaman yang diberikan dapat diteruskan di lingkungan sekitar para orang tua, khususnya kepada keluarga.

Di sisi lain, Harianto juga menyinggung soal kesetaraan gender perempuan.

Menurutnya, perempuan mempunyai kesempatan sama dalam hak dan tanggung jawab.

"Agar pemerintah dapat mendukung pemberdayaan dalam kesetaraan gender perempuan lewat program-program keterampilan bagi kaum ibu rumah tangga, dengan demikian ekonomi keluarga akan tumbuh," kata Harianto. (Bangkapos.com/Rilis/Riki Pratama)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved