Breaking News:

Enak Saja Uni Eropa, Memaksa Beli Mineral Nikel Indonesia, Wamendag: Hak Kita Mengatur Perdagangan

Uni Eropa menggugat Indonesia ke WTO gara-gara tak bisa lagi membeli mineral nikel dalam bentuk mentah, sementara aturan Indonesia harus barang jadi

Editor: Hendra
Net
Ilustrasi: Bijih nikel asal Indonesia 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Uni Eropa saat ini sedang menggugat Indonesia di WTO (Wold Trade Organization).

Gugatan Uni Eropa ini ke WTO untuk memaksa Indonesia agar menjual mineral mentah nikel ke mereka.

Saat ini sesuai aturan di Indonesia bahwa mineral mentah tambang termasuk nikel tak boleh lagi diperdagangkan secara langsung.

Perdagangan mineral tambang hanya bisa dilakukan setelah melalui pengolahan atau dijual dalam bentuk bahan jadi atau hilirisasasi.

Baca juga: Pegawai Dapat Fasilitas Kerja dari Kantor Jangan Senang Dulu, Siap-Siap akan Dikenakan Pajak Besar

Gugatan Uni Eropa berawal dari terbitnya kebijakan pemerintah melarang ekspor nikel dalam bentuk bahan mentah (raw material) sejak 2020.

Kebijakan tersebut dianggap melanggar Artikel XI GATT tentang komitmen untuk tidak menghambat perdagangan mereka di Uni Eropa.

Pemerintahan dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo pun secara tegas tetap menolak.

Bahkan Jokowi memutuskan untuk melawan gugatan Uni Eropa atas sengketa DS 592-Measures Relating to Raw Materials tersebut.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyatakan nikel merupakan komoditas strategis Indonesia yang penting bagi ekonomi nasional, sekaligus dalam kaitannya sebagai sumber daya yang tidak terbarukan.

Baca juga: Heboh Yana Prank, Trending di Twitter, Netizen Heran Pria Hilang di Sumedang Ditemukan di Majalengka

Hal tersebut disampaikan Jerry menyikapi gugatan Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) soal kebijakan pemerintah Indonesia yang melarang ekspor nikel.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved