Breaking News:

Laksanakan Putusan Pengadilan, Kejari Belitung Musnahkan Barang Bukti dari 35 Perkara

Kegiatan yang dipimpin Kajari Belitung, I Gede Punia Atmaja, itu, turut mengundang Bupati Belitung Sahani Saleh, forkopimda serta stakeholder terkait.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Novita
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Bupati Belitung, Sahani Saleh, bersama Kajari Belitung, I Gede Punia Atmaja, menyaksikan pemusnahan barang bukti berupa senjata tajam, Jumat (19/11/2021). 

POS.BELITUNG.CO, BELITUNG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung memusnahkan barang bukti tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap pada Jumat (19/11/2021).

Kegiatan yang dipimpin Kajari Belitung, I Gede Punia Atmaja, itu, turut mengundang Bupati Belitung Sahani Saleh, forkopimda serta stakeholder terkait.

Pemusnahan dilakukan dengan beberapa cara.

Yakni, dituang ke tanah untuk miras, dipotong dengan gerinda untuk senjata tajam, diblender untuk narkotika dan obat terlarang dan sisanya dibakar.

"Pemusnahan ini bertujuan melaksanakan putusan pengadilan sesuai tugas dan wewenang kejaksaan. Dalam hal ini, kewenangan jaksa tidak hanya masalah pidana badan, tetapi juga dalam hal pelaksanaan putusan terhadap barang bukti yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap," jelas Punia kepada posbelitung.co, Jumat (19/11/2021).

Ia menjelaskan, dalam rangka pelaksanaan tugas, kejaksaan bertindak sebagai eksekutor dalam setiap keputusan pidana berdasarkan dalam pasal 30 Ayat (1) huruf d Undang-Undang Kejaksaan.

Satu di antara tugasnya, melaksanakan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

"Ini juga diatur dalam Pasal 270 KUHAP yang terkait dengan kewenangan jaksa dalam melaksanakan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, untuk menciptakan kepastian dan kemanfaatan dalam penegakan hukum," kata Punia.

Berdasarkan data dari Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Belitung, barang yang dimusnahkan berupa narkotika jenis sabu 12 perkara dengan total berat bersih 111,6858 gram, narkotika jenis tembakau gorilla satu perkara seberat bersih 23,319 gram, obat-obatan merek tramadol hcl dua perkara total sebanyak 43 strip, obat-obatan merek trihexyphenidyl satu pekara total sebanyak 26 strip.

Kemudian, empat drum ukuran 240 liter berwarna biru berisi cairan fermentasi bahan untuk membuat arak dari dua perkara.

Ditambah beberapa barang bukti tindak pidana umum lainnya yang berasal dari tujuh belas perkara. (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved