Breaking News:

Aktivitas Tambang Inkonvensional di Kolong Desa Aik Pelempang Jaya Ancam Pertumbuhan Padi

Pasalnya, air limbah pertambangan timah 'suntik' tersebut mengalir ke area sawah kelompok Tani Suka Makmur.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Novita
Posbelitung.co/Disa Aryandi
Peralatan tambang inkonvensional (TI) di kolong Likim, Desa Aik Pelempang Jaya (APJ), Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Senin (22/11/2021). Aktivitas tambang ini diduga mengganggu area persawahan. 

Sekarang ini, kata dia, belum begitu berdampak pada pertumbuhan padi, lantaran hujan turun setiap hari. Sehingga petani padi masih menggunakan air hujan tersebut area petak sawah.

"Tapi jika panas terus menerus dua hari hingga satu minggu, kami menggunakan aliran air itu. Kalau menggunakan air itu, tetap mengancam pertumbuhan padi," tambahnya.

Menurut Budi, kasus air tersebut keruh sudah pernah terjadi beberapa waktu lalu. Namun saat itu telah ditindaklanjuti oleh desa.

"Kalau air itu keruhnya dari jam 10 pagi sampai sore biasanya. Ya kami biasanya ngambil air dari situ. Apalagi sekarang ini usia padi baru satu bulan," jelasnya.

Budi menyebut, saluran air yang kini sudah keruh tersebut merupakan irigasi pembuangan.

Hanya saja pada hulu aliran air, dibuat bendungan oleh petani.

"Kalau air itu surut, otomatis bendungan itu kami buka dan airnya masuk ke sawah," ucapnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved