Breaking News:

UMP Babel Cuma Naik Rp34 Ribu, Disnaker Belitung Timur Sebut Sudah Sesuai Perhitungan di Provinsi

Dia mengatakan, penetapan UMP tahun 2021 ini akan segera disosialisasikan ke perusahaan-perusahaan di Kabupaten Belitung Timur.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Novita
(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Belitung Timur Erna Kunondo saat ditemui posbelitung.co, Rabu (7/4/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Upah Minimun Provinsi (UMP) Kepulauan Bangka Belitung sudah ditetapkan Gubernur Erzaldi Rosman naik sebesar 1,08 persen atau Rp34.854 pada Jumat (19/11/2021) lalu.

Dengan demikian, besaran UMP Provinsi Babel tahun 2021 naik menjadi Rp3.264.884 dari sebelumnya Rp3.230.025.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Belitung Timur, Erna Kunondo, mengatakan, penetapan UMP itu sudah sesuai perhitungan dan sidang dewan pengupahan di provinsi.

Erna menegaskan, penetapan UMP Babel sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, serta formula yang ada dalam Pasal 26 dan Pasal 27 Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, yang berlaku bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

Namun demikian, Erna mengatakan, sebelumnya pihaknya mengusulkan angka kenaikan UMP sebesar Rp133.057.

Angka itu disebutnya sudah berdasarkan perhitungan survei upah, data inflasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.

"Namun karena yang ditetapkan segitu, ya mau tidak mau tetap ikut penetapan provinsi. Karena kita tidak ada upah minimum kabupaten," kata Erna saat ditemui posbelitung.co, Senin (22/11/2021)

Dia mengatakan, penetapan UMP tahun 2021 ini akan segera disosialisasikan ke perusahaan-perusahaan di Kabupaten Belitung Timur.

Setelah disosialisasikan, Erna berharap semua perusahaan bisa mematuhinya.

Terpisah, Qadrdana, seorang pegawai di sebuah perusahaan perkebunan di Kabupaten Belitung Timur, mengaku pasrah dengan keputusan para pejabat atas kenaikan UMP tersebut.

Menurutnya kenaikan sebesar itu tidak sebanding dengan harga-harga kebutuhan pokok di Belitung Timur yang tinggi.

"Tapi mau gimana lagi karena sudah ditetapkan. Kita ikuti saja. Tapi saran kami para pegawai dan buruh, kalau bisa ke depan diperhitungkan kembali apakah sesuai dengan kondisi harga-harga di daerah," kata Qadrdana. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved