Breaking News:

Dana Bantuan Subsidi Upah Rp500.000 Per Bulan Belum Juga Cair, Ternyata Ini Penyebabnya

Elfiyena menyebut, bantuan diberikan untuk memperluas cakupan bantuan pemberian pemerintah berupa subsidi gaji/upah bagi pekerja/buruh.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Novita
bangkapos.com
Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, Elfiyena. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2021 belum juga dicairkan hingga Selasa (23/11/2021).

Belum dicairkanya bantuan tersebut dikarenakan belum selesainya pengelolaan data oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Diketahui, aturan BSU ini merupakan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2021 yang tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Republik Indonesia (RI) Nomor 21 Tahun 2021 tentang Perubahan kedua atas Permenaker Nomor 14 tahun 2020 tentang pedoman pemberian bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah bagi pekerja/buruh dalam Penanganan Dampak Corona Virus Disease 19 (Covid-19) pada 8 November 2021.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, Elfiyena, mengatakan, bantuan subsidi upah bleum disalurkan karena karena masih pengelolaan data.

"Belum Kementerian masih mengolah datanya. Nanti dapat short message service (SMS)," kata Elfiyena kepada Bangkapos.com, Selasa (23/11/2021).

Elfiyena menyebut, bantuan diberikan untuk memperluas cakupan bantuan pemberian pemerintah berupa subsidi gaji/upah bagi pekerja/buruh.

"Bantuan pemerintah berupa subsidi gaji/upah diberikan dalam bentuk uang sebesar Rp500.000 per bulan. Selama dua bulan yang dibayarkan sekaligus. Mereka yang dapat menerima BSU merupakan peserta aktif program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan Bulan Juni 2021," jelasnya.

Untuk mengecek calon penerima BSU, lanjutnya, dapat dilihat pada link bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Seluruh lndonesia (SPSI) Provinsi Bangka Belitung, Darusman, menyebut, bantuan BSU tidak adi, karena tidak semua pekerja yang dapat menerima bantuan.

"Kami menyambut baik bantuan itu. Tetapi perlu disampaikan, bantuan belum disampaikan secara maksimal. Karena tidak semua pekerja yang mendapatkan, karena hanya peserta BPJS Ketenagakerjaan," kata Darusman

Saat ini, tambahnya, di Provinsi Babel banyak pekerja yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan berpenghasilan di bawah Rp3.500.000.

"Pekerja kita tidak banyak yang tidak memenuhi syarat, tidak menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan masih banyak itu dan upahnya di bawah Rp3.500.000 Artinya ini tidak adil, tidak dapat semuanya," terangnya.

Darusman mengharapkan pemerintah mengevalusi dan mengawasi perusahaan di Babel yang belum mendaftarkan pegawainya ke BPJS Ketenagakerjaan. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved