Breaking News:

Klaster Kelapa Sawit dan Stagnasi Vaksin Jadi Kendala, Status Kabupaten Belitung Tetap PPKM Level 2

Menurutnya, pemda bersama TNI Polri dan stakeholder terkait lainnya sudah menerapkan berbagai program seperti home care, jemput bola dan lainnya.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Novita
(posbelitung.co/dede s)
Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kabupaten Belitung kembali menyandang status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 Covid-19 berdasarkan Surat Edaran Bupati Nomor 443.1/1470/II/2021.

Menurut Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie, jika tidak terjadi klaster perkebunan sawit beberapa waktu lalu, maka Kabupaten Belitung akan mendapat level 1.

Selain itu, stagnasi angka vaksinasi juga menjadi penentu, khususnya kalangan lansia.

"Kalau kita tidak ada klaster kelapa sawit, mungkin sudah menuju level 1. Tap kita juga lihat stagnasi vaksin, target per hari yang harus dicapai sekitar 2.000 orang, tapi yang tercapai 200-300 orang," kata Isyak kepada Posbelitung.co, Rabu (24/11/2021).

Menurutnya, pemda bersama TNI Polri dan stakeholder terkait lainnya sudah menerapkan berbagai program seperti home care, jemput bola dan lainnya.

Bahkan dirinya sudah menyebar petugas menjalankan mekanisme door to door untuk mendata warga yang ingin divaksin.

"Tapi langkah seperti ini menjadi lebih lamban dan sulit karena masyarakat merasa sudah aman, melihat penambahan yang menurun," imbuhnya.

Padahal, kata Isyak, dalam situasi melandai justru angka vaksinasi harus lebih ditingkatkan.

Sehingga jika terjadi gelombang penyebaran berikutnya, dampak yang ditimbulkan tidak terlalu parah.

"Jadi kita tidak memerlukan rumah sakit yang banyak dan bed occupancy rate tetap terjaga," kata Isyak.

Berbicara dampak PPKM level 2, tambah Isyak, sebenarnya tidak terlalu berpengaruh sebab pemerintah pusat akan kembali menetapkan level 3 bagi seluruh daerah pada tanggal 24 Desember 2021 mendatang.

Menurutnya, yang terpenting justru mengedukasi masyarakat bahwa prokes menjadi sebuah budaya baru.

"Jadi bukan takut pada Inmendagri, tapi culture, itu yang penting," tegas Isyak. (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved