Breaking News:

Pemerintah Larang ASN, TNI, Polri, Karyawan BUMN dan Swasta Cuti Nataru

Penularan seperti ini mengakibatkan kenaikan kasus signifikan dan penambahannya bersifat berlipat ganda atau eksponensial.

Editor: Tedja Pramana
tribunnews
ILUSTRASI - Larangan cuti bagi ASN, TNI, Polri, karyawan BUMN maupun swasta. 

POSBELITUNG.CO - Pemerintah sudah menetapkan sejumlah strategi yang bakal dijalankan untuk mencegah kenaikan kasus Covid-19 di akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022.

Salah satunya adalah memberlakukan larangan cuti bagi ASN, TNI, Polri, karyawan BUMN maupun swasta.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan momen libur panjang kerap dimanfaatkan masyarakat dengan bepergian ke luar rumah dan mengunjungi sanak saudara dan kerabat.

Kegiatan ini seringkali mengurangi kedisiplinan protokol kesehatan.

"Maka tidak heran jika kemampuan COVID-19 untuk menyebar ke lebih banyak orang dalam waktu yang bersamaan dapat terjadi," Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Kamis (18/11/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Penularan seperti ini mengakibatkan kenaikan kasus signifikan dan penambahannya bersifat berlipat ganda atau eksponensial. Dimana pola demikian tergambar pada angka reproduction number suatu penyakit yang berada di atas 1.

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa semakin tinggi reproduction number suatu penyakit maka akan semakin besar peluang jumlah kasus positif terus meningkat begitu juga sebaliknya.

Jika merujuk pada studi oleh Noland di Tahun 2021 dengan judul "Mobility and the effective reproduction rate of COVID-19", bahwa dibutuhkan pengurangan mobilitas masyarakat setidaknya 20-40 persen dari intensitas normal.

Agar angka Rt berada di bawah 1 dan untuk menguranginya lebih besar lagi sampai menjadi 0.7 maka diperlukan pengurangan mobilitas lebih dari 40 persen.

"Jika hal ini dapat dilakukan maka banyak orang yang dapat tertular dari satu kasus positif maksimal hanya 1 orang atau bahkan 0 atau tidak ada sama sekali," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved