Breaking News:

Dilepasliarkan oleh BKSDA Sumsel, Dua Elang Bondol Terbang Bebas di Langit Juru Seberang Belitung

Dua elang tersebut dilepasliarkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) bersama berbagai pihak.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Pelepasliaran satwa liar burung elang bondol di pesisir pantai HKm Seberang Bersatu, Kabupaten Belitung, Kamis (25/11/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sebanyak dua ekor elang jenis bondol terbang bebas di langit HKm Seberang Bersatu, Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Kamis (25/11/2021).

Dua elang tersebut dilepasliarkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) bersama berbagai pihak.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Sumsel, Azis Abdul Latif MS, memberikan apresiasi kepada para pihak yang terlibat dalam kegiatan pelepasliaran satwa ini.

Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin BKSDA Sumsel ini, merupakan dukungan terhadap program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam rangka melestarikan satwa liar milik negara.

"Elang Bondol yang dilepasliarkan telah melalui proses rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa Alobi. Spesies burung pemangsa ini, berasal dari serahan masyarakat di Kota Palembang dan diangkut ke PPS Alobi pada tahun 2019 sebagai titipan negara untuk dirawat sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelas Azis.

Elang tersebut dinyatakan sehat dan layak untuk dilepasliarkan melalui Surat Keterangan Kesehatan Hewan Nomor 075/SKKH/LK-PPS/XI/2021 tanggal13 November 2021.

Sementara itu, Bupati Belitung, H Sahani Saleh, mengatakan, pelepasliaran itu diharapkan mampu menjadi bentuk kepedulian yang dapat diikuti masyarakat luas.

Dia pun menyampaikan tentang seputar lokasi Geosite HKm Seberang Bersatu di mana elang bondol dilepasliarkan.

Kawasan seluas 757 hektare itu sebelumnya merupakan areal bekas tambang timah di kawasan Hutan Lindung Pantai Juru Seberang.

HKm Seberang Bersatu merupakan geosite yang telah diakui oleh UNESCO atas tingginya upaya masyarakat terhadap pemulihan kawasan bekas tambang timah.

Terdapat 65 jenis mangrove di Kabupaten Belitung yang rencananya akan ditanam di kawasan HKm Seberang Bersatu dan menjadi media edukasi bagi masyarakat luas. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved