Breaking News:

Nikmati Rasa Khas Es Belitong di Warung Sambas, Toni: Ini Usaha Turun Temurun

Dulu kemasan es ini ada yang menggunakan kantong plastik biasa dan gelas plastik, hanya saja gelas plastik itu tidak bisa dibawa pulang.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Tedja Pramana
pos belitung
Es Belitong yang dipasarkan oleh Toni di Warung Sambas, Jalan Aik Ketekok, Desa Aik Ketekok, Tanjungpandan, Belitung, Kamis (25/11/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bila Anda melintas di Jalan Aik Ketekok, Desa Aik Ketekok, Tanjungpandan, Belitung, tepatnya di persimpangan Gang Sambas, Anda akan menemukan bangunan permanen bernuansa dinding bata merah.

Pada bangunan warna hitam ini, kalian akan menemukan jajanan unik yaitu es Belitong. Es legendaris ini cukup sulit pada zaman milenial ini ditemukan, bahkan sebagian orang belum begitu mengenal es tersebut.

Padahal es ini memiliki rasa yang khas. Dari zaman ke zaman es Belitong tidak berubah, berwarna merah muda, dilengkapi kacang hijau, tape hingga susu kental manis.

Dulu kemasan es ini ada yang menggunakan kantong plastik biasa dan gelas plastik, hanya saja gelas plastik itu tidak bisa dibawa pulang.

Namun kemasan es Belitong sekarang ini, sudah menggunakan gelas plastik dilengkapi sendok plastik, agar bisa dibawa kemana saja.

Pemilik Warung Sambas Es Belitong, Toni mengatakan, harga es Belitong itu relatif murah Rp 5.000 per gelas.

"Kami jual lima ribu rupiah per gelas. Ya murah karena kami paham sekarang ini karena kondisi pandemi," kata pria berkacamata ini kepada Posbelitung.co, Kamis (25/11/2021).

Ia memiliki ide menjual es Belitong bukan karena melihat peluang usaha, tetapi dagangan ini merupakan usaha turun temurun.

Toni sendiri adalah generasi ketiga menjual es Belitong, setelah kakek dan orang tuanya. Namun generasi pertama dan kedua berjualan es tersebut menggunakan sepeda maupun sepeda motor, dengan cara berkeliling.

"Tapi kalau sekarang ya di warung Sambas saja. Saya saja sudah lupa berapa tahun ini, tapi kalau 40 tahun hitungan dari sekarang lebih. Dulu sempat jualan di Street Food, karena pandemi jadi disini," ucapnya.

Es Belitong milik Toni ini sudah memiliki sertifikat halal. Pemasaran sekarang bukan hanya mengandalkan warung Sambas saja, tetapi sudah menerima catering makanan.

"Kalau misalnya buat hajatan, acara ulang tahun kami menerima pesanan. Nah kalau hari biasa kami buka setiap hari, dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam," bebernya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved