Breaking News:

Erzaldi Rosman

Raih Penghargaan Best Governor for Inclusive Economic Growth, Gubernur Erzaldi : Ini Buat Masyarakat

Penghargaan yang diterimanya, lanjut Erzaldi, merupakan bentuk kerja keras dan dukungan semua instansi di Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Novita
IST/Kominfo Babel
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman 

"Dari beberapa data yang kita dapat, memang yang kita dorong dan kita tekan dalam rangka membuat pertumbuhan ekonomi di Babel biar cepat, tepat dan akurat serta tinggi. Kita tentunya bersyukur bahwa relaksasi pertambangan yang dulu pernah dilakukan di 2020 berlanjut," kata Erzaldi.

Erzaldi mengatakan, sebelumnya pemprov telah melakukan relaksasi sehingga hasilnya dapat dinikmati saat ini, dengan meningkatnya harga timah.

"Sempat terjadi dalam hal sektor pertambangan, hanya lima perusahaan yang bermitra dengan PT Timah. Itu salah satunya menyebabkan harga timah menurun. Tetapi pada akhirnya, tidak salah Bulan September 2020, kita melakukan relaksasi bertemu dengan Presiden Joko Widodo, minta itu. Mulai harga pertambangan jadi naik, dan itu sangat membukakan pintu lapangan pekerjaan," jelasnya.

Meningkatnya harga timah, kata Erzaldi, juga berimbas kepada meningkatnya lapangan usaha pekerjaan, dilihat dari data industri pengelolaan tambang yang terbesar menyumbangkan.

"Disamping hilarisasi mineral ikutan yang sudah mulai menggeliat, kemudian industri pengelolan rumah tangga dalam hal ini UMKM angkanya 21,49 persen. Sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan lapangan usaha yang berkontribusi dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan III, angkanya 20,13 persen. Ketiga ini, lapangan usaha penyimbang terbesar. Ini sejalan apa yang didorong oleh stakeholder," jelasnya.

Selain dari sektor pertambangan, pertanian, perkebunan, lanjut Erzaldi, terjadi pengembangan dalam sektor lainya, yakni dari usaha udang vaname, yang sedang berkembang pesat di Babel.

"Ini untuk memperkuat ekspor udang kita, sekalipun udang ini belum ekspor dari kita, banyak melalui Lampung atau ke Surabaya. Nah, ini harus terus kita jaga, disamping komoditi pertanian kita kelapa sawit, lada, karet, ditambah komoditi lainnya," tambahnya.

Dia berharap, jangan sampai ketika komoditi primadona yang saat ini naik, menjadi turun kembali berdampak pada komoditas lainya.

"Kita berharap komoditi hortikultura, seperti porang, jahe merah, vanila, kita dorong untuk dapat dikembangkan sebesar-besarnya oleh masyarakat dengan memanfaatkan program KUR yang ada, ini tidak pernah kita lakukan. Kita harus ada cadangan second line. Ketika satu komoditi jadi turun, ada komoditi penggantinya," kata Erzaldi.

Di tambah lagi, kata Erzaldi, pertumbuhan di sektor pariwisata yang terus ditekan agar kembali berjaya.

"Seperti dalam beberapa waktu ke depan ada event pariwisata akan kita adakan sampai dengan Bulan Maret," ucapnya. (Bangkapos/Riki Pratama)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved