Kenang Hari Perjuangan Rakyat Belitung, Bupati: Air Seruk Dijadikan Desa Pancasila

Kisah perlawanan rakyat Belitung ini, lanjut pria yang akrab disapa Sanem itu telah masuk dalam Perda nomor 5 tahun 1991.

pos belitung
Megahnya panggung peringatan hari perjuangan rakyat Belitung di Desa Air Seruk, Kecamatan Sijuk, Kamis (25/11/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bupati Belitung, H Sahani Saleh nampak bersemangat ketika menghadiri pentas seni peringatan hari perjuangan rakyat Belitung di Desa Air Seruk, Kecamatan Sijuk, Kamis (25/11/2021) malam.

Desa yang sempat dikunjungi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi beberapa waktu ini, kata dia, memiliki kondisi sosial masyarakat yang beragam.

Meski begitu, tetap aman, damai, dan tenteram serta tak ada gejolak sosial ditambah lagi sebagai desa pejuang, sehingga desa ini akan ditetapkan sebagai Desa Pancasila.

"Sekarang sedang diproses, nanti akan ditetapkan Menteri Desa, karena baru ada satu desa di Gorontalo. Nanti yang kedua adalah Desa Air Seruk," ujarnya.

Kisah perlawanan rakyat Belitung ini, lanjut pria yang akrab disapa Sanem itu telah masuk dalam Perda nomor 5 tahun 1991.

Saat itu, dirinya masih menjadi pengurus KNPI Belitung yang diketuai Abdul Hadi Adjin.

Adanya gejolak sebagai daerah pejuang untuk menggali semangat juang, mereka ke Air Seruk menemui ahli waris pejuang mulai dari Hayati Mahim, Gaparman, dan pejuang lainnya agar menceritakan kisah perjuangan tersebut.

Termasuk saksi hidup Muhani, orang tua Burhanuddin yang kini menjabat sebagai Bupati Belitung Timur.

Lalu mulai 2005 lalu, ketika ia menjabat sebagai Camat Sijuk, mulailah diadakan pawai obor, renungan suci, dan pembacaan puisi.

"Saat itulah saya terharu, karena banyak ahli waris saat renungan suci menitikkan air mata, mengenang perlawanan itu. Mulai itulah saya tetapkan kawasan ini agar dibebaskan, lalu saya mengajukan kepada Bupati Belitung masa itu untuk membangun taman ini," ujar Sanem.

Dia juga berpesan agar patung pejuang yang berada di lokasi tersebut dapat terus dijaga dan dilestarikan. Termasuk agar menulis kembali pesan-pesan dari para pejuang tersebut.

Bupati Belitung dua periode ini mengapresiasi acara peringatan hari perjuangan rakyat yang rutin digelar setiap tahunnya dengan beragam pentas seni termasuk teater.

"Saya masih terkesan diposisikan perang itu di sini memerankan tokoh pejuang, semoga tahun depan diulang lagi karena itulah wujud perjuangan. Ini perda nomor 5 tahun 1991 itu wajib dianggarkan dalam kegiatan, dalam membangkitkan nilai semangat perjuangan," lanjutnya.

Selain di Desa Air Seruk, perjuangan rakyat Belitung mempertahankan kemerdekaan juga terjadi di Selat Nasik pada 14 Desember.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved