Breaking News:

Lawan Covid19

Waspada Bencana Hidrometeorologi di Musim Hujan, BMKG Ingatkan Patuhi Protokol Kesehatan

BMKG mengingatkan semua pihak bersiap menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di musim penghujan saat ini.

Editor: Fitriadi
Bangkapos.com/deddy marjaya
Sejumlah pengendara yang akan melintas di Jalan Kenangan Pangkalpinang, Bangka Belitung, memutar haluan karena akses jalan ditutup warga akibat kawasan tesebut tergenang air Jumat (8/5/2020). 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan semua pihak bersiap menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.

Bencana hidrometeorologi biasanya terjadi di musim penghujan.

Saat ini hampir seluruh wilayah Indonesia memasuki periode musim hujan.

Pada musim penghujan, terdapat risiko bencana hidrometeorologi.

Untuk itu BMKG meminta seluruh pihak mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab mengungkapkan ada 342 zona musim di Indonesia yang memiliki karakteristik masing-masing.

Saat ini hampir seluruh zona tersebut telah masuk musim penghujan.

"Saat ini hampir sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki periode musim hujan dan puncaknya belum tapi puncaknya antara Januari hingga Februari 2022 dan akhir dari musim hujan diperkirakan sekitar bulan April-Mei 2022 nanti," kata Fachri dalam Dialog Produktif Kabar Jumat bertajuk Siaga Bencana Ketika Pandemi di kanal Youtube FMB9ID_IKP pada Jumat (26/11/2021).

Baca juga: Pulau Pasir Belitong Punya Keunikan Tersendiri Hingga Setiap Saat Tidak Bisa Dikunjungi

Baca juga: Malam Pertama Pengantin Baru Diganggu, Jengkel Tiap Intim Ditonton Mertua, Istri Tak Puas Pilih Cerai

Baca juga: BIODATA Kenes Andari, Istri Aktor DJ Winky Mengawali Karier dari Model Kini Jadi Presenter

Pada musim penghujan, Fachri mengatakan terdapat risiko bencana hidrometeorologi.

Dirinya meminta seluruh pihak mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.

"Bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor. Itu yang perlu kita waspadai yang bisa terjadi di periode musim penghujan," kata Fachri.

Di masa pandemi Covid-19, Fachri mengungkapkan penanganan antisipasi bencana harus memperhatikan protokol kesehatan.

Kondisi pengungsian untuk menampung korban bencana, kata Fachri, harus sesuai dengan protokol kesehatan.

"Kalaupun ada kejadian-kejadian pengungsian, penyelamatan itu juga protokol kesehatannya tetap dijalankan. Memang tantangannya akan lebih besar," pungkas Fachri.

(Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved