Diluncurkan di Belitung Timur, Aplikasi Pengelolaan Arsip Srikandi Bakal Mengubah Cara Kerja ASN

Dengan aplikasi ini, dia menjamin pengelolaan arsip menjadi lebih sempurna.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Novita
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Foto bersama seusai peluncuran aplikasi Srikandi di Aula Kantor Camat Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Senin (29/11/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sistem Informasi Ke arsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) resmi diluncurkan sebagai aplikasi pengelolaan ke arsipan di daerah.

Direktur Ke arsipan Daerah II Sumatra dan Jawa Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Amieka Hasraf, mengatakan, aplikasi ini akan mengubah cara para pegawai dalam bekerja.

Dia mengatakan, biasanya banyak arsip yang hilang atau tercecer sehingga menghambat kinerja pegawai. Dengan aplikasi ini, dia menjamin pengelolaan arsip menjadi lebih sempurna.

"Ketika pimpinan memberikan disposisi, di sistem aplikasi ini akan terekam sempurna kapan diterbitkannya kapan ditindaklanjutinya. Tak bisa lagi santai dan alasan ini itu karena sudah terekam dalam sistem. Akan mengubah pola pikir kita terhadap pekerjaan," jelasnya seusai meresmikan aplikasi Srikandi bersama Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, dan Kepala Dinas Perpustakaan, Belitung Timur Amirudin, di Aula Kantor Camat Manggar, Senin (29/11/2021).

Terkait masalah keamanan, Amieka menjamin bahwa aplikasi tersebut sudah aman karena pemerintah sudah menunjuk satu lembaga yang bertanggung jawab, yaitu Badan Siber dan Sandi Negara.

Yang terpenting, lanjutnya, adalah komitmen pimpinan daerah dalam mendukung jalannya aplikasi ini.

Selain itu, SDM yang bersangkutan juga harus menguasai ilmu ke arsipan, teknologi informasi, serta sarana prasarana dalam ikutan aplikasi ini harus terpenuhi.

"Saya merasa bangga dan senang karena acara hari ini dihadiri oleh Pak Wakil Bupati. Ini jadi bukti bahwa pemerintah daerah juga mendukung program ini," ujarnya.

Amieka memerinci, ada beberapa kategori arsip di dalam aplikasi Srikandi, yaitu terbuka, terbatas, rahasia, dan sangat rahasia. Jadi dia juga menjamin bahwa kerahasiaan data menjadi perhatian utama dalam aplikasi itu.

Dia menegaskan, tidak sembarangan orang bisa membuka arsip yang diklasifikasikan terbatas, rahasia, bahkan sangat rahasia.

"Karena servernya terpusat, jadi ada kekhawatiran semacam itu. Namun kekhawatiran soal data itu sudah kami antisipasi dengan mengklasifikasikan arsipnya. Jadi siapa boleh membuka apanya ada. Semoga bisa berjalan sebagaimana mestinya dan mengubah cara kerja kita menjadi lebih baik," ucap Amieka.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Timur, mengatakan, kehadiran Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang sistem Pemerintah Berbasis Elektronik telah mendorong pemerintah untuk terus berinovasi dan berupaya melakukan terobosan-terobosan baru yang bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Satu di antaranya dengan meluncurkan aplikasi Srikandi yang diwujudkan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Dikatakan Khairil, aplikasi Srikandi merupakan integrasi antara pengelolaan arsip dinamis yang dilakukan secara instansional berbasis digital dan bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya.

"Kami selaku pemerintah daerah sangat menyambut baik atas diluncurkannya Aplikasi Srikandi oleh ANRI. Kami memberikan dukungan secara penuh atas penerapan aplikasi Srikandi ini, yang tentunya memberikan banyak manfaat dalam sistem pemerintahan, khususnya penataan arsip di Kabupaten Belitung Timur," kata Khairil.

Dia juga memberikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan Belitung Timur yang telah berinisiatif untuk menggelar bimtek aplikasi Srikandi. Khairil berharap aplikasi ini dapat segera diaplikasikan di Belitung Timur.

Kepala Dinas Perpustakaan Belitung Timur, Amirudin, mengatakan, arsip memiliki nilai penting karena merupakan bahan bukti resmi penyelenggaraan administrasi pemerintahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Arsip juga sebagai bukti tanggung jawab kita tethadap generasi yang akan datang sehingga aplikasi Srikandi inilah yang akan memudahkan kita untuk membuka kembali arsip- arsip penting," kata Amirudin.

Dia berharap acara yang dibarengkan dengan bimtek bagi arsiparis tiap organisasi perangkat daerah ( OPD) itu, bisa berjalan maksimal dan bermanfaat dalam menjalankan Srikandi ke depannya. (Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved