Breaking News:

20.687 Hektare Lahan Kritis di Bangka Belitung Didominasi Akibat Tambang dan Pembukaan Lahan

Dia menambahkan, dampak dari kerusakan DAS di Babel, tentunya menimbulkan kerugian dari sisi ekonomi, ekologi, dan sosial.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Novita
Bangkapos.com/Dokumentasi
Aktivitas penambangan timah ilegal di daerah aliran Sungai Perimping, Kecamatan Riausilip, Bangka. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Kepala Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Baturusa Cerucuk, Tekstiyanto, mengatakan, jumlah total luas daerah aliran sungai (DAS) yang terdata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 637 DAS, dengan luas total sekitar kurang lebih 1,6 juta hektare (Ha).

Dari jumlah itu, lanjut Tekstiyanto, berdasarkan SK Menteri LHK Tahun 2018 tentang Penetapan Lahan Kritis, terindikasi lahan kritis mencapai luas kurang lebih 20.687 hektare. Kerusakan lahan didominasi oleh bekas tambang dan pembukaan lahan.

DAS, imbuhnya, merupakan tempat hidup. DAS adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya.

"Berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air. Yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan," jelas Tekstiyanto kepada Bangkapos.com, Selasa (30/11/2021).

Dia menambahkan, dampak dari kerusakan DAS di Babel, tentunya menimbulkan kerugian dari sisi ekonomi, ekologi, dan sosial.

"Mulai kerusakan lingkungan, banjir, hilangnya kesuburan tanah, dan lainya. Kerusakan DAS, perlu dilihat lebih detail kearah sub-sub DAS-nya. Seperti sub DAS Rangkui yang hulunya Bukit Mangkol, pada 2015, dengan curah hujan tinggi yang tinggi pada waktu itu, mengakibatkan banjir di Kota Pangkalpinang. Untuk itu, penanggulangan dari hulu ke hilirnya harus tepat," terangnya.

Ia mengemukakan, penyebab kerusakan DAS di Bangka Belitung karena alih fungsi hutan dan pertambangan.

"Penyebab terparah, ya dua hal tersebut. Langkah-langkah telah dilakukan untuk merehabilitasi DAS rusak, yaitu melakukan penanaman di lahan kritis," ujarnya.

Dengan ketersediaan anggaran, BPDASHL Baturusa Cerucuk melakukan rehabilitasi rata-rata 500 Ha/tahun dan tidak dapat dipastikan berapa lama waktu merehabilitasinya.

"Tidak bisa dipastikan seperti itu, karena angka yang ada bersifat dinamis. Intinya, implementasi dalam pemulihan di lapangan harus dilaksanakan dengan baik," ucap Tekstiyanto.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved