Breaking News:

Berita Belitung

Dua Terdakwa Soni dan Amek Ngaku Menambang di Hutan Lindung, Sewa Alat Berat Malah Ditangkap Polisi

Dua terdakwa ini beberkan aktifitas tambangnya, tak punya izin menambangnya di hutan lindung hingga akhirnya ditangkap Dit Tipidter Bareskrim

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Hendra
(posbelitung.co/dede s)
Kedua terdakwa perkara tambang ilegal masuk ruang sidang di PN Tanjungpandan, Rabu (1/12/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Dua terdakwa Muhammad Soni dan Ce Hiung alias Amek hadir dicecar pertanyaan oleh hakim saat menjalani sidang di PN Tanjungpandan, Rabu (1/12/2021).

Dua terdakwa ini disidangkan terkait perkara tambang ilegal di di Dusun Air Buntar, Desa Membalong, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung.

Sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa ini dipimpin oleh majelis hakim Himelda Sidabalok beranggotakan Frans Lucas Sianipar dan Elizabeth.

Menjawab pertanyaan hakim, kedua terdakwa ini mengaku diamankan jajaran Dit Tipidter Bareskrim Mabes Polri.

Keduanya menambang tanpa izin di kawasan hutan lindung.

Namun majelis hanya menekankan masalah perizinan tambang yang tidak dimiliki kedua terdakwa.

Terdakwa Muhammad Soni mengakui memiliki tiga set mesin tambang berikut perlengkapannya di lokasi kejadian.

Namun barang bukti satu unit ekscavator dimiliki oleh Lukas yang disewanya dari Toni seharga Rp500 ribu perjam.

"Penambangan belum dimulai karena belum dapat operator untuk ekscavator. Karena yang nyari operator itu Toni, katanya sekitar tanggal 24 atau 25 April," ujar Soni di muka persidangan.

Ia mengakui tidak mengantongi izin tambang tetapi di lokasi tersebut terdapat lubang bekas tambang.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved