Breaking News:

Berita Belitung

Kesadaran Masyarakat Masih Rendah, ODHA Malah Dijauhi dan Didiskriminasi

Penderita HIV/AIDS kebanyakan masih produktif, namun adanya diskriminasi justru rawan membuat ODHA malu, takut, lalu menjadi tidak produktif.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Hendra
THE JAKARTA POST / SETO WARDHANA
Sejumlah aktivis melakukan kampanye peluk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dalam hari bebas kendaraan bermotor di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (28/12/2014). Kampanye ini merupakan bentuk sosialisasi penyebaran HIV-AIDS dan menghilangkan diskriminasi kepada para ODHA. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -  Di tengah peringatan Hari HIV/AIDS se-dunia, stigma buruk masih membayangi orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Stigma ini masih kuat terjadi di Belitung, dan hal tersebut cenderung membuat ODHA takut dikucilkan. 

"Berbeda dengan masyarakat kota besar yang bahkan sudah ada komunitas dan rumah singgah," kata Petugas Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Belitung Robi.

Menurutnya, yang harus dijauhi justru penyakit, bukan orangnya.

Penderita HIV/AIDS kebanyakan masih produktif, namun adanya diskriminasi justru rawan membuat ODHA malu, takut, lalu menjadi tidak produktif. 

Tantangan dalam deteksi dini HIV/AIDS, lanjut Robi, juga mengalami kesulitan karena masih rendahnya kesadaran akibat rasa takut atau malu.

Sementara itu, pelayanan deteksi penyakit tersebut dapat dilakukan langsung di Puskesmas atau KPA di Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung. 

Upaya jemput bola deteksi HIV/AIDS juga terus dilakukan ke tempat yang berisiko seperti tempat hiburan malam (THM).

"Justru agar merangkul penderitaan HIV/AIDS atau orang yang terinfeksi HIV. Jangan ada diskriminasi, deteksi HIV sedini mungkin, hindari tindakan berisiko, kalau merasa berisiko cek sedini mungkin," tegasnya. 

Berdasarkan data yang dihimpun, hingga Oktober 2021 ada sebanyak 20 ODHA baru di Belitung.

Jumlah tersebut terdiri dari 12 laki-laki dan 8 perempuan.

Bahkan satu di antaranya merupakan ibu hamil. 

Sebelumnya, pada 2020 lalu ada 19 kasus baru. Artinya terjadi kenaikan kasus periode 2020-2021.

Sementara itu, sebanyak 97 ODHA kini rutin mengikuti perawatan melalui terapi antiretroviral (ARV).

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved