Breaking News:

Erzaldi Rosman

Presiden Jokowi Ingin Ganti PNS dengan Robot AI, Erzaldi Sebut Ini Tantangan bagi Pegawai

Menurutnya, PNS jangan mau dikalahkan dengan sistem kerja robot yang akan diwacanakan oleh pemerintah.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Novita
Bangka Pos/Riki Pratama
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana mengganti PNS Eselon III dan IV dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna mempercepat birokrasi.

Posisi PNS akan digantikan dengan kecerdasan robot buatan dalam upaya mengefektifkan dan efesiensi dalam penggunaan teknologi.

Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, ikut berkomentar tentang rencana tersebut.

Menurutnya, PNS jangan mau dikalahkan dengan sistem kerja robot yang akan diwacanakan oleh pemerintah.

"Itu kan dilakukan bertahap, itu mungkin dilakukan pemerintah pusat untuk melakukan efesiensi. Mereka merasa mungkin ya, apa yang dilakukan ASN sekarang belum optimal," kata Erzaldi kepada wartawan di kantor gubernur, Rabu (1/12/2021).

Dengan rencana tersebut, kata Erzaldi, tentunya harus menjadi pembuktian para ASN/PNS bahwa mereka tidak dapat dikalahkan dengan robot.

"Ini tantangan bagi ASN, masak ASN kalah dengan robot, jangan," tegasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Provinsi Bangka Belitung, Susanti, menambahkan, jumlah ASN Pemprov Babel saat ini berjumlah 5.390 orang.

"Kita masih kekurangan PNS, saat ini juga kita masih melakukan dalam rapat. Salah satunya memetakan dengan biro organisasi dan kabupaten/kota terkait penyetaraan jabatan," jelas Susanti.

Dia menambahkan, untuk penerimaan PNS juga bakal dibatasi oleh pemerintah pada mulai depan, sehingga Pemprov Babel akan memaksimalkan dengan pegawai yang ada.

"Karena jumlah pegawai itu harus sesuai dengan peta jabatan, kita harus menyesuaikan dengan persentase, sesuai jumlah penduduk, kemampuan daerah luas wilayah dan anggaranya," kata Susanti.

Ia menyebut, dengan ASN sebanyak 5.390 orang, jumlah tersebut dikatakan masih kurang untuk kebutuhan di Pemprov Babel

"Kalau perkiraan 10 ribuan hitungan kasarnya, tetapi tergantung dari kempaauan daerah, apalagi ada rencana pemerintah akan menggunakan teknologi (jasa robot-red) untuk pekerjaan lebih efesien. Sehingga perlu memaksimalkan yang ada, karena tahun depan tidak ada pengadaan PNS, hanya PPPK," terangnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved