Breaking News:

Tak Perlu Panik dengan Varian Omicron, Tetap Terapkan Prokes Selama Pandemi sebagai Antisipasi

Dia mengingatkan, menggunakan masker menjadi prokes yang utama dilakukan, diikuti menjaga jarak, cuci tangan, dan menjauhi kerumunan.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, Joko Sarjono 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Varian baru Virus Corona B.1.1529 atau Omicron, menjadi perhatian dunia sejak pertama kali terkonfirmasi di Afrika Selatan pada November ini.

Varian virus tersebut bahkan mempunyai 32 varian mutasi.

Selain itu, Kementerian Kesehatan menyebut Varian Omicron sudah terdeteksi di 23 negara, di antaranya Australia dan Hongkong.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Joko Sarjono, mengatakan, masyarakat tak perlu panik. Meski begitu, langkah antisipasi harus terus dilakukan.

"Memang selama pandemi belum berakhir, penerapan protokol kesehatan (prokes) harus terus dilakukan, terutama menggunakan masker," kata Joko, Kamis (2/12/2021).

Dia mengingatkan, menggunakan masker menjadi prokes yang utama dilakukan, diikuti menjaga jarak, cuci tangan, dan menjauhi kerumunan.

Mengenai Varian Omicron ini, lanjut Joko, dari Kementerian Kesehatan belum memberikan keterangan urgensi mengenai karakter virus.

Dari pengalaman penyebaran virus varian baru seperti Delta, ketika ditemukan di India pertama kali, memerlukan waktu sekitar enam bulan untuk tersebar.

"Pemerintah pusat pasti memberikan batasan untuk antisipasi terutama di Jakarta. Kalau Belitung, jika ditemukan kasus baru di Jakarta, maka harus antisipasi ekstra, karena karena pelaku perjalanan banyaknya dari Jakarta, jarang dari arah Palembang. Tidak boleh panik, tapi harus jaga-jaga," tegas dia.

Kemudian, adanya vaksinasi juga bertujuan menaikkan antibodi. Sehingga logikanya, dengan tercapainya target herd immunity vaksinasi Covid-19, lonjakan kasus tidak setinggi ketika varian Delta yang saat itu belum mencapai herd immunity.

"Belum tahu apa vaksin bisa merespons dengan baik terhadap varian baru, masih menunggu pernyataan dari WHO. Apakah vaksin tertentu mempunyai respon yang baik," ucapnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, per 1 Desember 2021, penerima vaksinasi Covid-19 telah mencakup 75,74 persen atau 109.832 orang untuk dosis pertama. Sedangkan penerima dosis kedua sebanyak 62,63 persen atau 90.820 orang. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved