Breaking News:

Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berpelukan, Tak Sempat Selamatkan Diri dari Erupsi Gunung Semeru

Lahar panas dari erupsi Gunung Semeru mengalir ke areal pertambangan hingga membuat para penambang, warga di perumahan pun banyak jadi korban

Editor: Hendra
Istimewa/Tribunnews.com
Awan Panas Gunung Semeru. Gunung Semeru kembali mengeluarkan awan panas sejauh 4,5 kilometer pada Sabtu (16/1/2021) sekira pukul 17.24 WIB. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) lewat akun Twitter @BNPB_Indonesia, Sabtu (16/1/2021), merilis video detik-detik meletusnya Gunung Semeru. 

POSBELITUNG.CO, LUMAJANG -  Gunung Semeru tiba-tiba mengalami erupsi.

Akibat erupsi Gunung Semeru ini telah menelan korban jiwa.

Mereka yang meninggal dunia terkene erupsi Gunung Semeru karena tak sempat lagi menyelamatkan diri.

Usai erupsi, sejumlah korban mulai ditemukan.

Dua korban yang temukan yakni Salamah (70) dan anaknya Rumini (28), warga Desa Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro 

Nasib nahas harus dialami oleh ibu dan anak ini.

Warga Kecamatan Candipuro mulai bergegas mengungsi setelah Gunung Semeru kembali erupsi, Sabtu (4/12/2021).
Warga Kecamatan Candipuro mulai bergegas mengungsi setelah Gunung Semeru kembali erupsi, Sabtu (4/12/2021). (SURYA.CO.ID/Tony Hermawan)

Salamah ditemukan meninggal dunia dalam posisi berpelukan dengan anaknya Rumini tepat di dapur rumahnya.

Mereka menjadi korban reruntuhan bangunan yang roboh.

Legiman, adik ipar Salamah cerita, ketika Gunung Semeru erupsi semua orang lari berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri.

Diduga, Salamah tidak sanggup berjalan karena faktor usia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved