Breaking News:

Kejari Beltim Merestorative Justice Empat Perkara Sepanjang 2021

Dia mengatakan, perkara terakhir yang dilakukan restorative justice adalah terhadap penanganan perkara 351 ayat 1 KUHP atas nama terdakwa Ivandri.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Tedja Pramana
Ist/Humas Pidum Kejari Beltim
Suasana penanganan mediasi atas terdakwa Ivandra dengan korban bersama Kasi Pidum Kejari Beltim saat itu Riki Apriansyah beberapa waktu lalu. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sepanjang 2021, Kejaksaan Negeri Belitung Timur (Beltim) sudah melakukan restorative justice terhadap empat perkara.

Hal itu disampaikan Kasi Pidum Kejari Beltim Dodi Purba kepada posbelitung.co, Minggu (5/12/2021).

Dia mengatakan, perkara terakhir yang dilakukan restorative justice adalah terhadap penanganan perkara 351 ayat 1 KUHP atas nama terdakwa Ivandri.

Terdakwa Ivandri melakukan penganiayaan kepada mantan istrinya dengan cara memukul karena masih cemburu dengan mantan istrinya itu.

"Atas perkara tersebut sebelumnya jaksa yang menangani perkara yaitu Yuli Redha melaporkan kepada Kasi Pidum Kejari Beltim saat itu masih dijabat oleh Riki Apriyansyah. Kemudian Kasi Pidum memerintahkan jaksa untuk melaksanakan mediasi antara korban dan terdakwa sehingga tercapai kata sepakat untuk melakukan perdamaian," kata Dodi.

Baca juga: Polisi Bakal Tindak Tegas Masyarakat Langgar PPKM Selama Nataru

Baca juga: Video Detik-detik Gunung Semeru Meletus, Keluarkan Kepulan Asap Disertai Abu

Atas kesepakatan tersebut Kasi Pidum Riki Apriyansyah di sela-sela masa akhir jabatannya melaporkan hasil dari proses mediasi kepada Kajari Beltim Abdur Kadir untuk diteruskan ke Kejaksaan Tinggi Kepulauan Babel.

Dikatakan Dodi, pada Kamis (2/12/2021) lalu sudah dilakukan serah terima jabatan Kasi Pidum dari Riki Apriyansyah yang akan menjabat sebagai Kasi Datun pada Kejari Bangka kepada dirinya yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Intelijen pada Kejari Bangka Selatan.

"Sehingga penanganan perkara untuk dilaksanakan restorative justice dilanjutkan oleh saya untuk dilaksanakan ekspose pada hari Jumat (3/12/2021) kepada pimpinan yaitu Kajati Kep Babel dan Jampidum pada Kejaksaan RI," ujarnya.

"Dan alhamdulillah penanganan terhadap perkara terdakwa Ivandri melanggar Pasal 351 ayat (1) Ke-1 KUHP disetujui untuk dihentikan melalui Keadilan Restoratif oleh pimpinan yaitu Jampidum dan hari itu juga terdakwa sudah dikeluarkan dari tahanan," lanjut Dodi sembari berpesan pada terdakwa agar tidak mengulangi perbuatannya dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya.

Baca juga: Siswi SMA Jadi Budak Nafsu Puluhan Mahasiswa, Tak Tahan Akhirnya Lapor Guru, 69 Pelaku Ditangkap

Kajari Beltim Abdur Kadir juga menyampaikan Kejaksaan Negeri Belitung Timur pada tahun 2021 sampai dengan bulan Desember 2021 telah melaksanakan RJ sebanyak empat perkara.

"Pidum Kejari Beltim mendapatkan peringkat kedua se-Babel setelah Bangka Barat atas penanganan RJ sebagaimana telah diamanatkan oleh pimpinan melalui Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif," katanya.

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved