Breaking News:

Berita Belitung

MUI Kabupaten Belitung Gelar Bimtek Penulisan Kaligrafi untuk Dukung Sektor Pariwisata

Belitung yang merupakan daerah wisata diharapkan dapat menjadi Kota kaligrafi dengan banyaknya hiasan kaligrafi di kawasan wisata

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Hendra
Posbelitung.co/Disa Aryandi
Bimtek penulisan kaligrafi, Minggu (5/12/2021) berlangsung di Hotel BW IN Jalan Sriwijaya. Kegiatan ini digelar oleh MUI Belitung. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung, menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) penulisan kaligrafi.

Peserta Bimtek ini, para khotot atau kaligrafer muda di Belitung.

Acara yang berlangsung di Hotel BW IN itu menghadirkan Maestro Kaligrafi Indonesia Dr KH Didin Sirojuddin, M.Ag.

Ketua Panitia Rahmansyah mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan  pengetahuan, dan keterampilan mengenai seni kaligrafi Islam.

"Ini untuk optimalisasi seni kaligrafi Islam, yang tentunya untuk mendukung sektor pariwisata," kata Rahmansyah kepada Posbelitung.co, Minggu (5/12/2021).

Bimtek Kaligrafi ini, kali pertama diadakan di Belitung.

Kegiatan ini merupakan program kerja keempat MUI Belitung diawali dengan safari dakwah di lima Kecamatan, serta FGD peningkatan kapasitas lembaga keagamaan dan FGD bedah fatwa MUI terkini hasil ijtima ulama ke VII.

"Tentunya ini bagian dari pembangunan sumber daya manusia, yang mengarah kepada pariwisata Belitung. Sehingga nanti nya, pariwisata Belitung tidak hanya mengandalkan kekayaan alam saja, tetapi seni kaligrafi Islam sebagai penopang khazanah wisata religius, yang kental dengan adat istiadat budaya Melayu," ujarnya.

Pada kesempatan ini, MUI Kabupaten Belitung dipimpin oleh Drs KH Benyin Hanafi meresmikan sanggar seni kaligrafi Belitung. Sanggar seni kaligrafi ini, berada di Jalan Kamboja.

Sanggar kaligrafi ini, sebagai tempat edukasi seni kaligrafi di Belitung sekaligus wadah komunitas kaligrafer muda di Belitung.

"Mengingat perspektif dan peluang ke depan program ini tidak hanya mencetak kader-kader kaligrafi Belitung yang handal namun akan diarahkan pada edukasi yang terpadu dengan sektor ekonomi yang memiliki nilai ekonomi tinggi," kata Rahmansyah.

Sementara itu, Maestro Kaligrafi Indonesia Dr. KH. Didin Sirojuddin, M.Ag berpesan kepada para kaligrafer muda Belitung, agar terus belajar dan menekuni karya seni kaligrafi.

"Intinya adalah belajar terus harus sabar dan melakukan evaluasi karya yang sudah kita hasilkan dengan karya-karya maestro sebagai motivasi diri," jelasnya.

Ia berharap, Belitung dapat menjadi Kota kaligrafi dengan banyaknya hiasan kaligrafi yang mudah ditemukan di beberapa kawasan.

"Selain di Masjid misalnya seni kaligrafi ini bisa ditemukan di tembok gedung dan dinding bangunan lain guna menambah daya tarik pariwisata dan menambah nuansa Islam," pungkasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved