Skandal Pelecehan Seksual di Unsri, Mahasiswi Beberkan Ulah Oknum Dosen hingga Dicoret dari Yudisium

Mahasiswi Unsri tiba-tiba ngamuk di depan peserta yudisium, tak terima namanya dicoret gegara ulah oknum dosen diduga melecehkannya di kamar mandi

Editor: Hendra
Freepik
Ilustrasi: Mahasiswi korban pelecehan seksual oleh oknum dosen 

POSBELITUNG.CO, PALEMBANG, - Heboh beredar di media sosial, seorang mahasiswi Universitas Sriwijaya ( Unsri),Sumatera Selatan tiba-tiba marah saat prosesi yudisium, (3/12/2021).

Di depan para peserta yudisium, mahasiswi tersebut membeberkan kelakukan bejad oknum dosen Unsri.

Beredarnya video skandal pelecehan seksual di Unsri tersebut diunggah oleh akun @seputarkotapalembang.

Baca juga: Malam Pertama Cupi Cupita Terganggu, Bintang Bagus sudah Pemanasan, 2 Hari Setelahnya Dahsyat

Baca juga: Istri Syok Lihat Suami di Ruang Tamu, Asik Setubuhi Gadis ABG, Rutin Intim Keponakannya Diembat Juga

Mahasiswi yang marah tersebut diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum dosen.

Ia yang diduga korban pelecehan seksual itu juga protes namanya dicoret dari daftar peserta yudisium.

Kasubdit IV Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan Kompol Masnoni memberikan tanggapannya.

Masnoni mengatakan penyekapan mahasiswi Universitas Sriwijaya ( Unsri) di dalam kamar mandi saat hendak melaksanakan wisuda bisa masuk ke ranah hukum.

Sehingga, ia menunggu korban inisial F yang mengalami kejadian tersebut untuk melapor ke polisi.

"Pelaku penyekapan bisa diproses, kita akan lihat bagaimana penyekapannya apakah ada unsur kekerasan atau tidak," kata Masnoni, Senin (6/12/2021).

Baca juga: Fungsli Aplikasi PeduliLindungi, Bisa Tahu Pasangan Selingkuh, Cukup Lakukan Cara Mudah Ini

Jadi Ketua Lab Pelaporan penyekapan bisa dilakukan oleh korban maupun yang mewakili.

Namun, untuk masalah penundaan wisuda, menurut Masnoni, merupakan kebijakan dari kampus.

"Untuk kebenaran (syarat) untuk yudisium itu internal dari pihak kampus, sedangkan untuk proses penyekapan ya bisa diproses jika korban melapor lagi ke polisi,"ujarnya.

Polda Sumsel saat ini sudah menerima 2 laporan terkait kasus pelecehan seksual yang menimpa empat orang mahasiswi Unsri.

Korban pertama adalah DR, ia mengalami pelecehan seksual oleh oknum dosen inisial A secara fisik saat sedang bimbingan skripsi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved