Breaking News:

Ungkap Rahasia 23 Tahun Pembantaian Warga Biak, TNI Dituding jadi Biang Kerok, Ini Peran Australia

Saksi mengungkapkan sejumlah warga ditembaki dari helikopter, mayat berserakan pantai di Biak jadi lautan darah hingga alasannya karena tsunami

Editor: Hendra
Via Intisari
Warga Biak Papua Barat berunjuk rasa menuntut kemerdekaan dan atas kejadian tragis pembantaian yang terjadi pada 1998 silam 

POSBELITUNG.CO,  -- Peristiwa pembantaian warga Biak, Papua Barat, pada 6 Juli 1998 hampir saja terlupakan publik.

Warga yang berdemo saat itu dibunuh dengan senjata berat.

Peristiwa ini sempat disidang pada tahun 2013 lalu di pengadilan warga kota yang diadakan di Sydney, Australia.

Baca juga: Istri Syok Lihat Suami di Ruang Tamu, Asik Setubuhi Gadis ABG, Rutin Intim Keponakannya Diembat Juga

Dikutip Posbelitung.co dari Intisari.Grid.Id yang mengutip The Guardian mengungkap tentang kejadian berdarah di Pulau Biak.

Dalam peristiwa itu sejumlah penduduk sipil tidak bersenjata disiksa dan dibunuh.

Kemudian jasad-jasad mereka dibuang di sungai dalam pembantaian.

Kejadian kelam yang terjadi 23 tahun silam, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dituduh menjadi biang keroknya.

Kejadian terjadi ketika warga Papua Barat yang berdemo untuk kemerdekaan mereka di pulau Biak.

Mereka dibunuh dalam serangan yang dikoordinasi oleh militer Indonesia dan polisi.

Baca juga: Siti Badriah Kepergok Intim di Sofa, Suami Sedang di Posisi Ini Panik, Lanjut Hingga Mbak ke Kamar

Sejumlah besar warga ditahan, menurut penemuan Pengadilan Kota Pembantaian Biak.

Halaman
1234
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved