2.203 Rumah di Bangka Belitung Diterjang Banjir Rob Akibat Fenomena La Nina

Mikron mengatakan, hari ini diprediksi menjadi hari terakhir peristiwa banjir rob dan angin kencang terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat, sebanyak 2.203 rumah diterjang banjir rob dan 270 rumah dihempas angin kencang.

Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengklaim, bencana alam yang terjadi di penghujung tahun 2021 ini merupakan yang terparah sejak kurun waktu lima tahun terakhir.

"Memang sudah diprediksi terjadinya perubahan cuaca akibat dari fenomena La Nina, ditambah curah hujan yang cukup tinggi dan pasang air laut. Karena sekarang ini pengaruh bulan, di mana bulan sangat dekat dengan bumi sehingga pasang juga tinggi," jelasnya kepada Bangkapos.com, Kamis (9/12/2021).

Mikron menyebut, banjir rob yang melanda 7 kabupaten kota yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki ketinggian yang bervariasi. Mulai dari ketinggian 10-70 sentimeter.

Selain banjir rob, fenomena La Nina juga mengakibatkan angin kencang seperti yang terjadi di wilayah Bangka Selatan.

Sedikitnya tiga desa yang terdampak yakni Desa Bencah, Desa Delas dan Desa Sidoarjo di Kecamatan Air Gegas.

Dari 270 rumah yang terdampak, sebanyak 100 rumah di antaranya mengalami rusak dengan kriteria berat.

"Rusak berat dalam artian ada 10 asbes yang terkena dan kayunya sudah hilang tertiup angin," terang Mikron.

Dia menyebut, daerah yang paling terdampak fenomena La Nina adalah Kota Pangkalpinang.

Selain itu, daerah di pesisir Timur yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan mulai dari Bangka Selatan hingga ke Belinyu, juga terkena dampaknya.

" Pangkalpinang memang sangat riskan dan berpotensi. Belum lagi dengan banjir kiriman dari kabupaten sekitar sehingga sedikit susah air untuk surut di wilayah Kota Pangkalpinang karena bertabrakan airnya," tambahnya.

"Untuk korban jiwa, kami baru mengevakuasi satu orang yang mengalami luka ringan di Bangka Selatan akibat tertimpa runtuhan atap," kata Mikron.

Banjir Rob Diprediksi Berakhir Hari Ini

Mikron mengatakan, hari ini diprediksi menjadi hari terakhir peristiwa banjir rob dan angin kencang terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved