Erzaldi Rosman

Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Perintahkan Pembelian BBM di SPBU Dibatasi

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) bakal merumuskan rencana pembatasan pembelian BBM di kalangan masyarakat Babel.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Fitriadi
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman melakukan sidak ke SPBU di Jalan Sijuk, Desa Air Merbau, Tanjungpandan Belitung menindaklanjuti kelangkaan BBM, Jumat (17/9/2021). 

POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) bakal merumuskan rencana pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak ( BBM) di kalangan masyarakat Babel.

Rapat pembahasan masalah BBM bersama instansi terkait ini dilaksanakan pada Senin (13/12/2021) hari ini.

Kebijakan ini akan diberlakukan karena perintah Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, setelah mendengar masukan dari berbagai kalangan usai melakukan rapat koordinasi forkopimda dan Pertamina, pada Sabtu (11/12/2021) kemarin.

Sebagai gambaran awal, pembelian BBM untuk sepeda motor bakal dibatasi pengisian hanya 5 liter per motor. Kemudian mobil pribadi 25 liter dan angkutan umum 35 liter. 

Kepala Dinas ESDM Bangka Belitung, Amir Syahbana, mengatakan kebijakan pembatasan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi panic buying, membeli secara berlebihan BBM karena takut dan khawatir tidak kebagian.

"Tujuannya jangan sampai ada panic buying tadi. Untuk sepeda motor lima liter sehari cukup. Mobil dan kendarana umum juga demikian (secukupnya). Nanti akan dirumuskan secara normatif dalam bentuk surat edaran gubernur," jelas Amir kepada Bangkapos.com, Senin (13/12/2021).

Baca juga: Sesosok Mayat Perempuan Ditemukan di Kamar Sebuah Hotel di Tanjungpandan Belitung

Baca juga: Hendra Kaget Lihat Jenazah Tanpa Busana Bersimbah Darah di Kamar Hotel Belitong

Baca juga: Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Ingatkan Petani Gunakan KUR Jangan Tergiur Pinjaman Online

Ia menambahkan, Dinas ESDM bersama instansi terkait lainya akan menyampaikan pandangan sebelum mengelurkan kebijakan pembatasan pembelian BBM tersebut.

"Nanti, sebelum menjadi bentuk surat edaran, kita ingin mendapatkan pandangan pendapat dari berbagai pihak, biar lebih komprehensif dan teknis," ujarnya.

Dia menambahkan, terkait antrean yang masih terjadi saat ini, satu di antaran penyebabnya karena panic buying, sehingga perlu diberikan kebijakan untuk mengatasinya.

"Karena berdasarkan informasi BBM sudah disuplai secara normal. Ya tetapi karena panik, tangki masih ada isinya setengah sudah mau mengisi lagi. Marilah kita sama-sama menciptakan situasi kondusif," ajaknya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Babal Erzaldi Rosman, telah menyampaikan kebijakan terbaru untuk melakukan pembatasan pembelian BBM.

Keputusan ini diambil setelah mendengar masukan dari Pertamina, maupun forkopimda dan peserta rapat lainnya, yang ia lakukan melalui aplikasi zoom metting, Sabtu (11/12/2021) kemarin.

"Besok saya minta edaran ini sudah berlaku. Nanti SK-nya saya tandatangani, terlebih dulu siapkan detailnya oleh dan Sekda Babel dan Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan," kata Erzaldi

"Kita akan kirimkan ke Hiswana Migas untuk diteruskan ke tiap SPBU, dan mulai berlaku besok (Minggu). Yang terpenting, saya minta Pertamina jangan lama-lama dalam memulihkan ini," lanjutnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved