Toilet Jadi Keluhan Wisatawan, Wabup Belitung Sebut Jadi Citra Buruk Ikon Wisata

Pemerintah juga sudah berkali-kali berupaya pihak perusahaan dan masyarakat supaya berkolaborasi dalam pengelolaan.

Posbelitung.co/Suharli
Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Toilet di objek wisata Pantai Tanjung Tinggi mendapat komentar miring karena dinilai tidak memenuhi standar.

Hal tersebut merupakan testimoni dari wisatawan yang disampaikan General Manager Hotel Santika Premiere Beach Resort Belitung Cahyanto Iman Murtiono pada acara Dialog Ruang Kita di Youtube Pos Belitung.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Belitung Isyak Meirobie mengatakan, destinasi ini dikelola dan dimiliki pihak swasta.

Pemerintah juga sudah berkali-kali berupaya pihak perusahaan dan masyarakat supaya berkolaborasi dalam pengelolaan.

"Termasuk bagaimana kami mendorong tampilnya Pantai Bilik supaya lebih layak dan lebih bagus. Tapi tampaknya pihak perusahaan tidak mengindahkan apa yang pemerintah daerah sampaikan," ucapnya, ketika ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Belitung, Senin (27/12/2021).

"Saya ingat tahun pertama saya dengan Pak Sanem yang kami lakukan berdua adalah menemui perusahaan ini, rapat berkali-kali untuk mencari solusi tapi tampaknya jalan buntu. Karena perusahaan tidak rela menerima beberapa ribu meternya untuk memfasilitasi masyarakat punya usaha lebih baik," imbuh Isyak.

Menurutnya, wisatawan tidak bisa memilah kepemilikan kawasan tersebut. Wisatawan tahunya bahwa Belitung tidak siap, sehingga destinasi yang menjadi satu di antara ikon wisata Belitung itu merupakan citra yang buruk. Tanjung Tinggi juga menjadi tugas besar bagi pemerintah daerah.

Isyak berharap Presiden Republik Indonesia bisa punya aturan bagi lahan-lahan strategis yang berada di kawasan prioritas yang terlantar bisa diambil.

"Apakah tanah itu disita untuk negara atau tanah itu dipaksa untuk dilakukan pembangunan oleh pihak lain atau bagaimana kita nanti lihat aturan perundangan yang berlaku," sebutnya.

Dirinya pun berharap agar pihak perusahaan masih bisa untuk mengelola destinasi dengan mendirikan toilet yang lebih bagus dan tempat bilas yang baik. Jika tidak anggaran, lanjut Isyak, bisa membuka diri untuk melibatkan pihak lain, misalnya investor.

"Jadi pihak investor membangun toilet dan tempat bilas yang berbayar yang skalanya internasional, itu sebenarnya harapan kami. Sebenarnya investor sudah ada, hanya pihak perusahaan belum membuka diri, ini akan jadi masalah besar terus menerus," ucap dia.

Selain Pantai Tanjung Tinggi, destinasi lain yang kerap dikunjungi wisatawan namun mendapat komentar miring yakni Danau Kaolin. Lantaran, objek yang sebenarnya berada dalam kawasan perusahaan tambang kaolin itu tak memiliki penunjuk arah maupun pemandu yang menjelaskan mengenai lokasi tersebut.

Ditambah, meski banyak menarik kunjungan wisatawan namun aktivitas pertambangan masih beroperasi.

Menurut Isyak, karena kawasan tersebut mengantongi izin usah pertambangan (IUP), maka pemerintah tak bisa memaksa perusahaan mendirikan sesuatu. Sekarang langkah yang bisa dilakukan hanya melalui diplomasi.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved