Breaking News:

Isu Pendapatan Perempuan saat Pandemi Menurun Signifikan Bakal Jadi Bahasan pada G20

Selain itu, selama pandemi perempuan juga mengalami beban lebih berat dalam isu domestik dan pengasuhan tidak berbayar (unpaid care).

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
IST/Dokumentasi XL Axiata
Kick-Off Ceremonial G20 Empower dan Women20 (W20) secara virtual. 

POSBELITUNG.CO - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak turut melaksanakan Kick-Off Ceremonial G20 Empower dan Women20 (W20) secara virtual.

Pada acara ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan, perempuan mempunyai potensi sangat besar dalam mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa, sehingga kesempatan dan potensi tersebut harus diperluas dan didukung oleh semua pihak melalui kerja sama di tingkat global yaitu G20.

"Keterlibatan peran perempuan dan kelompok marjinal menjadi perhatian utama dalam kepemimpinan Indonesia dalam G20," kata Menteri Bintang dalam Kick-Off Ceremonial G20 Empower dan Women20 (W20) yang dilaksanakan secara virtual dalam rilis yang diterima Posbelitung.co, Selasa (28/12/2021).

"Kami percaya melalui kerja sama global ini, tantangan yang dihadapi perempuan terutama dalam menghadapi dampak di masa pemulihan pascaCovid-19, dapat terfasilitasi melalui kolaborasi antara banyak pihak, yakni pemerintah, pemerintah daerah, sektor swasta, lembaga internasional, CSO akademisi, dan stakeholders lainnya," imbuhnya.

Keketuaan Indonesia di G20 membawa semangat inklusivitas. Pemberdayaan kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak-anak, akan menjadi fokus utama bagi Indonesia di G20.

Pandemi Covid-19 memberikan dampak cukup signifikan terhadap perempuan. Berdasarkan laporan UN Women menunjukkan bahwa perempuan yang sebagian besar memiliki pendapatan yang bergantung pada bisnis keluarga, mengalami penurunan pemasukan secara signifikan hingga 82 persen.

Selain itu, selama pandemi perempuan juga mengalami beban lebih berat dalam isu domestik dan pengasuhan tidak berbayar (unpaid care).

Meningkatnya permasalahan domestik dan beban pekerjaan ini dialami baik perempuan maupun laki-laki, di mana 69 persen perempuan dan 61 persen laki-laki terjerat pada pekerjaan domestik tanpa upah.

Menindaklanjuti persoalan tersebut, melalui forum G20 yang sejalan dengan tema Presidensi IndonesiaRecover Stronger Recover Together', Menteri Bintang berharap agenda terkait penguatan peran perempuan terutama selama proses pemulihan Covid-19 dapat didiskusikan lebih mendalam.

Agar turut memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi dan kebijakan global, yang sejalan dengan ‘Brisbane Goals' maupun kebijakan nasional.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved