Isu Pendapatan Perempuan saat Pandemi Menurun Signifikan Bakal Jadi Bahasan pada G20

Selain itu, selama pandemi perempuan juga mengalami beban lebih berat dalam isu domestik dan pengasuhan tidak berbayar (unpaid care).

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
IST/Dokumentasi XL Axiata
Kick-Off Ceremonial G20 Empower dan Women20 (W20) secara virtual. 

Kedua, mencapai inklusi ekonomi dengan mendukung UMKM yang dimiliki dan dikelola oleh perempuan.

Ketiga, mengatasi kerentanan untuk meningkatkan ketahanan, dengan fokus pada perempuan penyandang disabilitas dan perempuan pedesaan. Keempat, tanggapan kesehatan yang setara gender.

Menteri Bintang menyampaikan banyaknya tantangan yang cukup kompleks akan dihadapi perempuan di masa mendatang.

"Dengan terus berkembangnya teknologi 4.0, maka sangat penting memberi kesempatan yang setara bagi perempuan dalam dunia usaha dan dunia kerja. Hal ini perlu diperhatikan dan dicarikan solusi, demi perbaikan kualitas dan kapasitas perempuan ke depan," tambahnya.

Lebih lanjut, Menteri Bintang berharap melalui forum-forum G20 yang membahas upaya peningkatan partisipasi dan peran perempuan dalam masyarakat global dan lokal ini, isu pemberdayaan perempuan dapat terus diperbaiki, guna meningkatkan dan memperkuat posisi tawar perempuan dalam masyarakat.

Kemen PPPA juga akan melanjutkan inisasi negara Italia dan berkomitmen untuk melaksanakan Ministerial Meeting on Women's Empowerment pada Presidensi Indonesia 2022 di Bali.

"Saya percaya, Presidensi Indonesia dalam G20 ini dapat terus mendorong terciptanya aksi-aksi nyata melalui pengembangan rekomendasi, kebijakan, maupun sharing pengalaman baik dengan kolaborasi dan menggalang kekuatan bersama untuk terus mendukung kesetaraan dan mendorong posisi strategis perempuan," jelas dia.

Pada kick-off meeting ini sekaligus meresmikan Chair dan Co-Chair Women20 Indonesia, yakni Ketua Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Hadriani Uli Silalahi dan Presiden Direktur and CEO XL Axiata, Dian Siswarini.

Selain itu, Chair dan Co-Chair G20 Empower yaitu Direktur and Chief Strategic Transformation and Information Officer XL Axiata, Yessie D Yosetya, Ketua Komite Tetap Bidang Pendidikan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Rinawati Prihatiningsih, dan Asisten Deputi Bidang Partisipasi Lembaga Profesi dan Dunia Usaha Kemen PPPA, Eko Novi Ariyanti sebagai perwakilan pemerintah dalam G20 Empower.

Presidensi G20 Indonesia telah dimulai pada 1 Desember 2021. Untuk itu, Kemen PPPA sebagai mother ministry dari aliansi G20 Empower dan engagement group Women20, terlibat aktif dalam implementasi G20.

Pada acara seremonial ini, delegasi Indonesia akan menyampaikan agenda prioritas yang menjadi fokus dalam Presidensi G20 Indonesia. Selain itu, diharapkan para anggota G20, delegasi negara-negara undangan, CSO, dan organisasi Internasional terkait dapat membahas dan merumuskan inisiatif konkret, sehingga menghasilkan aksi-aksi konkret yang responsif terhadap tantangan global. (Rilis/Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved