Virus Corona

Kasus Omicron Sudah 152, Penularan dari Pelaku Pejalanan Luar Negeri, Karantina Malah Dipersingkat

Dari 152 kasus omicron di Indonesia ditulari dari pelaku perjalanan luar negeri, kini karantina malah dikurangi pemerintah dari 14 hari jadi 10 hari

Penulis: Hendra | Editor: Hendra
Freepik.com
Ilustrasi: Virus corona varian omicron 

Konfirmasi kasus varian Omicron sebagian besar berasal dari kasus impor atau imported case.

Sehingga, Presiden menginstruksikan agar dilakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri.

“Jangan ada lagi dispensasi-dispensasi, apalagi yang bayar-bayar itu kejadian lagi. Karena kalau kita lihat, kenaikan menjadi 136 kasus ini hampir seluruhnya berasal dari kasus impor. Saya harapkan sekali lagi BIN, Polri yang menyangkut urusan karantina agar betul-betul diawasi betul,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga terus mengencarkan pelaksanaan vaksinasi sebagai bagian dari upaya penanganan pandemi COVID-19.

Diketahui, kasus Omicron di Indonesia bertambah menjadi 152 orang.

Baca juga: Apresiasi Tinggi Presiden Jokowi, Ungkapkan Rasa Bangganya ke Timnas Indonesia atas Perjuangannya

Bertambah 16 kasus dari jumlah sebelumnya, 136 kasus.

Temuan kasus Omicron di Indonesia pertama kali diumumkan pada tanggal 16 Desember 2021.

Jumlah kasus terus bertambah hingga Senin (3/1/2021).

Karantina Dipersingkat

Kebijakan pemerintah mempersingkat durasi karantina pelaku perjalanan luar negeri sudah mempertimbangkan kajian masa inkubasi Omicron

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo menyampaikan ini, di Gedung Bina Graha Jakarta, Senin (3/1/2022). 

“Berdasarkan perkembangan kajian pasien omicron di Indonesia dan data-data kasus omicron di dunia, masa inkubasi varian Omicron lebih singkat dibandingkan delta, yakni rata-rata 3 sampai 5 hari,” kata Abraham.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan, masa karantina yang sebelumnya diberlakukan selama 14 hari kini dipersingkat menjadi 10 hari, dan yang dari 10 hari menjadi 7 hari. 

Keputusan ini disampaikan Luhut, usai mengikuti rapat terbatas evaluasi PPKM di Kantor Presiden, Senin (3/1/2022).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved