Breaking News:

Ekspor Hasil Perikanan Babel Makin Berkembang, Balai Karantina Ikan Sosialisasikan Pemeriksaan Ikan

Sehingga, kata Dedy, pihaknya ingin terus mencari solusi menyelesaikan hambatan perizinan kapal pengangkut dan sertifikasi karantina untuk ekspor.

Penulis: Riki Pratama | Editor: Novita
Bangkapos.com/Riki Pratama
Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah, menghadiri sosialisasi kemudahan layanan perizinan kapal pengangkut ikan secara online sebagai syarat permohonan pemeriksaan karantina ikan di kantor BKIPM Pangkalpinang, Selasa (4/1/2022) siang. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah, menghadiri sosialisasi kemudahan pelayanan perizinan kapal pengangkut ikan secara online sebagai syarat permohonan pemeriksaan karantina ikan di kantor BKIPM Pangkalpinang, Komplek Perkantoran Pemprov Bangka Belitung, Selasa (4/1/2022) siang.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Kemananan Hasil Perikanan (BKIPM) Babel, Dedy Arief Hendriyanto, mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini sebagai semangat di awal tahun 2022.

Hal itu sesuai amanah Menteri Kelautan dan Perikanan RI yang berkolaborasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti Pelabuhan Perikanan Nusantara dan Pemprov Babel.

"Supaya kita ada berkepihakan kepada masyarakat, pelaku, usaha semakin tinggi dan masyarakat semakin care (peduli) dengan aturan yang kita berlakukan. Sebelumnya bukan belum online. Sudah ada online, tetapi belum tersampaikan keseluruhan kepada masyarakat atau ada hambatan," jelas Dedy kepada Bangkapos.com, Selasa (4/1/2021).

Sehingga, kata Dedy, pihaknya ingin terus mencari solusi menyelesaikan hambatan perizinan kapal pengangkut dan sertifikasi karantina untuk ekspor.

"Karena eskpor kita mengalami peningkatan, seperti cumi-cumi peningkatan mencapai 870 ton hampir nilainya Rp97 miliar. Kemudian, udang selama ini di ekspor melalu Jakarta yang udangnya berasal Babel di 2020 sebanyak 11.000 ton bernilai Rp600 miliar. Dan di 2021 meningkat 20.000 ton sekitarRp 1,1 triliun," bebernya.

Dia berharap potensi ekspor tersebut diharapkan dapat dilakukan melalui pelabuhan di Bangka Belitung dan tidak perlu harus melalui daerah lain.

"Kalau bisa kita garap di Babel, tetapi kita perlu cold strorage, perlu sumber pembibitan seperti udang, untuk distirbusi ke tambak. Sehingga kami menjaga quality, menjamin barang masuk sebelum membudidaya, dan barang setelah dipanen terjamin dari hulu dan hilirnya. Kita juga dukung dengan aplikasi berbasis online, tidak perlu datang ke kantor nantinya," kata Dedy.

Terpisah, Wagub Babel, Abdul Fatah, mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini merupakan bentuk lompatan yang digagas melalui cara online oleh Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Kemananan Hasil Perikanan, memberikan kemudahan bagi pelaku industri perikanan.

"Hari ini kita berada pada tataran kemudahan kepada kapal pengangkut, kita mampu menentukan produk kita layak untuk diekspor. Kemudahan ada layanan izin, bagi kapal tersebut menunjukan barang yang dibawa telah melalui proses karantina jelas asal muasalnya dan layak," kata Wagub Abdul Fatah.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved