Breaking News:

Orang Kepercayaan Bung Karno saat Diasingkan di Muntok Tutup Usia

Diketahui, Raden Ayu Indrawati yang lahir pada 22 Oktober 1929, saat mudanya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Bung Karno.

Penulis: Rizky Irianda Pahlevy | Editor: Novita
ISTIMEWA
Orang yang menjadi saksi perjalanan Presiden Pertama RI Soekarno saat diasingkan di Muntok, Raden Ayu Indrawati, wafat pada Senin (3/1/2022) dan dimakamkan pada Selasa (4/1/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Orang kepercayaan Presiden Pertama RI, Ir Soekarno, saat diasingkan di Pesanggrahan Banka Tin Winning Muntok, Raden Ayu Indrawati, menghembuskan nafas terakhirnya di usia 92 tahun di Rumah Sakit Kalbu Intan Medika, Pangkalpinang, pada Senin (03/01/2022) kemarin.

Almarhumah Raden Ayu Indrawati merupakan ibunda dari Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin.

Terlihat hadir sejumlah tokoh seperti Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, Bupati Bangka Barat, Sukirman, Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Yan Sultra, Danlanal Kolenel Laut (P) Fajar Hernawan dan tokoh-tokoh lainnya, ikut mengantarkan almarhumah ke tempat peristirahatan terakhirnya, Selasa (4/1/2022).

Diketahui, Raden Ayu Indrawati yang lahir pada 22 Oktober 1929, saat mudanya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Bung Karno.

Hal ini pun diungkapkan Pemerhati Sejarah dan Pengawas Pesanggrahan Banka Tin Winning, Alfani, bahwa almarhumah kerap diajak makan siang bersama Bung Karno, dan sore harinya diajak ngobrol serta mendapat masukan juga nasihat dari Sang Proklamator.

"Raden Ayu Indrawati diberi kepercayaan mengurus kamar Bung Karno. Ia hanya diperbolehkan masuk dan mengganti beberapa tangkai mawar merah di dalam vas bunga yang terbuat dari keramik warna biru muda. Vas bunga itu juga diletakkan di atas meja tulis Bung Karno, yang berbentuk persegi empat serta beralaskan kaca," tutur Alfani, Selasa (4/1/2022).

Selain itu, lanjut Alfani, almarhumah juga pernah bercerita mengenai ranjang tempat tidur Bung Karno di Wisma Ranggam, yang terbuat dari besi dan sudah dilengkapi empat tiang dudukan kaki kelambu di setiap ujungnya.

Sedangkan posisi meja tulis yang diletakkan kembang mawar tersebut berada di arah kiblat, dari tempat tidur dan tepat di dekat jendela dan seterusnya.

"Menurut Ibu Raden Ayu Indrawati yang hampir setiap hari berada di Pasanggrahan BTW, kalau makan bareng Bung Karno hampir setiap hari. Semua masakan dimasak tukang masak di Pasanggrahan BTW. Begitu juga dengan menyiapkan kue kesukaan Bung Karno, termasuk kue penganan pelite, juga disiapkan oleh pembantu yang bertugas di Pasanggrahan BTW," kata Alfani.

Kedekatan almarhumah Raden Ayu Indrawati dengan Bung Karno hingga menjadi saksi perjalanan Presiden Pertama ini di Muntok pun dibenarkan oleh cucu almarhumah, yakni Henni Widiastuti.

"Meninggalnya di RS KIM Pangkalpinang, pada Senin kemarin sekitar pukul 13.09 WIB. Keseharian almarhumah menggantikan bunga mawar merah kesukaan Bung Karno di Pesanggrahan BTW, terus almarhumah juga yang menemani Bung Karno saat makan siang," kata Henni Widiastuti.

Sementara itu, Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, juga memiliki kesan tersendiri tentang almarhumah Raden Ayu Indrawati.

"Memang beliau saksi terakhir, makanya ini menjadi momen yang sangat luar biasa, disamping putra beliau sangat sukses di Jakarta sebagai Dirjen Minerba dan Ibu Raden Ayu Indrawati juga sebagai pejuang kemerdekaan kita," kata Erzaldi Rosman. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved