Breaking News:

Warga Keluhkan Kondisi Air Perumda Air Minum Tirta Batu Mentas yang Keruh, Sebut Mirip Kopi Susu

Lahmudin juga menunjukkan sampel air menggunakan gelas beling langsung terlihat keruh mirip segelas kopi susu.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Novita
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Warga Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Lahmudin, menunjukkan air PDAM yang keruh di rumahnya, Selasa (4/1/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Lahmudin, warga Jalan Tebat, Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, mengeluhkan kondisi air Perumda Air Minum Tirta Batu Mentas yang keruh.

Saking keruhnya, air tersebut tidak bisa dipergunakan untuk keperluan sehari-hari, bahkan untuk mandi sekalipun.

Lahmudin juga menunjukkan sampel air menggunakan gelas beling langsung terlihat keruh mirip segelas kopi susu.

"Ini coba lihat airnya, sudah kayak kopi susu merek PDAM. Tidak bisa dipakai, paling untuk cuci kaki saja," ujarnya sembari menunjukan air di gelas kepada Posbelitung.co, Selasa (4/1/2022).

Menurutnya kondisi air keruh sudah terjadi dua hari lalu, tapi pada Selasa hari ini tingkat kekeruhan bertambah parah.

Bahkan dirinya pernah menyampaikan keluhan langsung ke Kantor Perumda Air Minum Tirta Batu Mentas yang beralamat di Jalan Depati Rahat Tanjungpandan, beberapa waktu lalu.

Namun tidak ada perubahan dengan kualitas air yang mengalir ke rumahnya.

"Saya datang hari Selasa tanggal 28 Desember habis Zuhur, bawa dua botol aqua berisi air keruh. Saya langsung tunjukkan ke mereka kondisi airnya, tapi tidak ada perubahan," kata Lahmudin.

Ia menambahkan, air PDAM menjadi suplai utama air bersih di rumahnya. Sebab, kondisi air sumur kuning (terajak) dan mengandung pirit karena wilayah pesisir.

Terlebih, Lahmudin memiliki usaha jualan makanan yang membutuhkan suplai air bersih.

"Kalau pelanggan kami melihat air keruh kan tidak enak. Bagaimana mau mendukung pariwisata sementara air PDAM seperti ini," tambahnya.

Terpisah, Agus yang juga warga Desa Air Saga, harus bolak-balik mengambil air di sumur tetangganya yang berjarak 500 meter.

Sebab dirinya khawatir jika digunakan mandi akan berdampak pada kulit anaknya yang berusia tiga tahun.

"Kemarin saya bolak-balik ambil air 12 galon ke tetangga di seberang Sungai Kubu. Kasihan anak-anak kalau mandi pakai air PDAM takut gatal-gatal," kata Agus.

Dirinya berharap air PDAM segera normal karena di wilayah rumahnya kondisi air tanah tidak bagus untuk digunakan. (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved